PRODUKSI BUAH DURIAN HASILKAN PULUHAN RIBU TON

DSC_0121
Bupati Rina Iriani mencicipi durian produk lokal Karanganyar saat panen durian, di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Karanganyar, Kamis (17/01/2013)

Tujuh Kecamatan di Karanganyar yakni Kerjo, Mojogedang, Karangpandan, Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro menghasilkan durian sebanyak 22.000 ton/ tahun. Meski demikian, hanya sebagian pohon yang menghasilkan durian yang siap jual.

“Tahun ini produksi durian turun cukup banyak. Ini di sebabkan karena faktor cuaca. Saat ini intensitas hujan sangat tinggi, di bandingkan tahun lalu musim kemarau panjang,” jelas Siti Maesyaroch, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, dari 190.000 pohon durian di Kabupaten Karanganyar, 65.000 saja yang menghasilkan buah dan siap di panen. Dari ribuan pohon itu, bisa dihasilkan 20.000-22.000 ton/ tahun.

“Kita  mengembangkan jenis Varietas Unggul Nasional asal Karanganyar seperti Sukun, Teji, dan Lawkra,” jelas dia, di sela-sela Panen Durian di desa Ploso, Jumapolo, Rabu (16/01).

Varietas itu mempunyai keunggulan komparatif, berdaya saing, sehingga mampu menciptakan ciri khas suatu daerah. Selain itu juga, mengembangkan unggul lokal di masing-masing wilayah seperti durian Bodong (Jatipuro), Gundul dan Jingga (Jumapolo), Gendon (Jumantono), Ledek (Matesih) dan Arum Kuning (Mojogedang).

“Selain itu juga mengembangkan jenis introduksi baru seperti Montong dan Kani,”  imbuh Siti Maesyaroch.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dispertanbunhut akan mengembangkan sentra durian dengan menyediakan bibit unggul, melakukan pembinaan pengetahuan dan ketrampilan penangkar benih, dan pembentukan kebun entrys.

“Pelatihan petani dan kerjasama dengan semua pelaku yang terkait dengan pengembangan durian juga akan kita lakukan,” jelas wanita berjilbab itu.

Pada acara yang sama setelah panen durian, Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih mengatakan Dispertanbunhut telah mengijinkan Sub Terminal Agrobisnis (STA) Karangpandan dipakai untuk pemasaran durian milik petani.

“Petani durian bisa memasok ke STA. Tetapi jika ingin memasarkan sendiri di BPP, saya persilakan, nanti koordinasi dengan Dispertanbunhut,” jelas Bupati Rina Iriani.

.pd