Lawan Flu Burung, 400 Liter Disinfektan Disiapkan

Dinas Pertanakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar telah menyiapkan 400 liter cairan disinfektan untuk melawan serangan penyakit flu burug atau avian influenza (AI).

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, saat ditemuidi ruang kerjanya, Rabu (26/12/2012).

Dalam waktu dekat cairan disinfektan tersebut akan digunakan untuk menyemprot kandang unggas utamanya itik atau bebek. Namun penyemprotan oleh petugas Disnakkan hanya dilakukan sebatas sebagai dorongan awal. Selanjutnya, dia menjelaskan, peternak unggas diminta melakukan penyemprotan secara mandiri. Disnakkan menyediakan cairan disinfektan secara gratis bagi mereka.

“Persediaan cairan disinfektan lebih dari cukup untuk menyemprot kandang-kandang unggas. Saat ini sedang dalam tahap penjadwalan penyemprotan oleh petugas,” katanya.

Hatta mengakui jumlah itik di Karanganyar yang mati periode Oktober-November cukup banyak. Sampai saat ini baru 7.500 ekor itik yang dilaporkan mati mendadak awal musim penghujan. Padahal diyakini jumlah itik yang mati pada periode tersebut hingga saat ini jauh lebih besar dari angka itu.

Lebih lanjut Hatta mengimbau peternak melakukan tindakan pemusnahan unggas milik mereka bila sudah ada gejala serangan flu burung. Langkah pemusnahan unggas oleh Disnakkan tidak bisa dilakukan lantaran terkendala dana kompensasi.

“Bila ada beberapa unggas yang mati mendadak dengan gejala sakit flu burung peternak kami imbau memusnahkan sendiri unggas lain yang tersisa. Langkah ini untuk mengantisipasi menyebarnya virus flu burung ke unggas lain,” imbuhnya.

Peternak dilarang keras menjual unggas sakit dengan gejala penyakit flu burung. Sebab bisa saja flu burung menular kepada manusia. Untuk mencegah penyebaran virus flu burung, peternak sangat dianjurkan rutin membersihkan kandang unggas.  “Karena serangan kali ini cukup ganas dari sebelumnya, selalu berhati-hati saat berinteraksi dengan unggas. Jangan sentuh langsung unggas sakit atau yang mati,” tegas dia.

Petugas Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan Karanganyar, Fatkhur Rahman, menerangkan sampai saat ini baru 7.500 unggas yang dilaporkan mati mendadak. Padahal angka di lapangan jauh lebih besar dari data tersebut.

“Segera laporkan petugas kami bila ada kematian mendadak dan massal berbagai jenis unggas,” harapnya.