LONGSOR JATIYOSO TELAN SATU KORBAN JIWA

Karanganyar, Rabu (19/12/2012)

Hujan yang sangat deras sejak Selasa (18/12) siang hingga malam menyebabkan longsor di empat titik wilayah Kecamatan Jatiyoso, di Karanganyar. Empat titik longsoran tersebut antara lain Dusun Margorejo Desa Jatiyoso, Dusun Duwetan Desa Tlobo, serta Dusun Gondang dan Karang Desa Karangsari.

Tidak hanya menimbun sejumlah rumah beserta isinya dan korban luka, namun longsoran tanah itu juga memutus jalan penghubung Karanganyar-Matesih-Jatiyoso. Tidak hanya itu, bencana itu juga merenggut salah seorang warga Dusun Margorejo RT 2/ RW XIV Desa Jatiyoso, Waginem (55).

Dari penuturan sejumlah saksi, kronologi longsor itu didahului dengan gempa yang cukup kuat dan dirasakan oleh warga sekitar. Saat kejadian, tepatnya pukul 18.30 malam, Waginem beserta anggota keluarganya yakni suami, cucu, dan orang tuanya berada di dalam rumah. Meski tiga anggota keluarganya lolos, namun nasib naas menimpa Waginem yang terjebak di dalam rumahnya.

Korban baru ditemukan dalam kondisi sudah tewas oleh tim gabungan SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar pada Rabu (19/12) pagi.

Sementara itu, data Pemkab Karanganyar menyebutkan, longsor yang terjadi di daerah yang cukup tinggi itu juga menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Yaitu suami dari Wagiyem, Ngatman (53) dan Siska (14) yang merupakan cucu dari korban meninggal itu. Akibat longsor itu, Pemkab juga mencatat ada satu rumah yang mengalami rusak berat yakni di Dusun Duwetan RT 16/  RW VIII Desa Tlobo, Jatiyoso atas nama Bapak Dikun (52).

Mengetahui wilayahnya terjadi bencana longsor, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR langsung meninjau lokasi, Selasa (18/12) malam. Pihaknya langsung melakukan prosedur tanggap darurat bencana dengan menggandeng BPBD, SAR, dan sejumlah pihak terkait.

Ditemui keesokan harinya, Rina mengaku telah melakukan antisipasi. “Kami langsung instruksikan kepada sejumlah pihak ¬†untuk menerapkan tanggap darurat. Dan alhamdulillah, pagi tadi Ibu Wagiyem sudah ditemukan,” kata Rina, Rabu (19/12).

Pihaknya berharap kejadian serupa tidak akan terulang. Guna mengantisipasi hal yang sama, pihaknya berencana memasang warning system di lokasi-lokasi yang dirasa rawan terhadap bencana longsor, termasuk Jatoyoso. “Kami juga mengeliarkan instruksi, di mana daerah dengan kemiringan 45 derajat tidak boleh ditanami tanaman sayuran, semuanya harus tumpang sari,” ujarnya.

 

 

.pd