Tanah Ambles di Guyon Capai 10 cm

Pergerakan tanah di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu semakin dirasakan masyarakat sekitar. Berdasarkan pengamatan alat peringatan dini atau early warning system tanah di sekitar lokasi ambles mencapai 10 cm.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan seluruh alat peringatan dini yang dipasang di lokasi rawan tanah longsor dinyalakan secara terus-menerus. Langkah ini dilakukan untuk memantau pergerakan tanah saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Alat peringatan dini yang berjumlah 14 unit dinyalakan selama musim penghujan,”.

Selain itu, jalur evakuasi menuju balai Desa Tengklik mengalami kemiringan sekitar 15 derajat. Artinya, pergerakan tanah bisa terjadi sewaktu-waktu apalagi saat terjadi hujan lebat selama lebih dari dua jam.

Pihaknya telah menyiapkan sukarelawan serta sarana dan prasarana untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor. Apabila terjadi tanah longsor, maka para sukarelawan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap warga sekitar.

“Sukarelawan maupun sarana dan prasarana telah disiapkan, mereka akan bergerak cepat menuju lokasi jika terjadi bencana tanah longsor,” jelasnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama berjam-jam maka warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sementara Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jati Wibowo, menyatakan ada beberapa titik lokasi yang rawan tanah longsor antara lain Dusun Guyon, Desa Tengklik, Dusun Mogol, Desa Ledoksari. Selama ini, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD Karanganyar untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor.