Gapoktan Ikuti Asah Terampil

Karanganyar, Sabtu (17/11/2012)

Lima regu petani bertanding di ajang Asah Terampil di Sub Terminal Agrobisnis (STA) Watu Sambang, Tawangmangu, Sabtu (17/11). Lomba tersebut merupakan satu dari serangkaian acara guna menyambut Hari Jadi   Karanganyar  ke-95.

Tim yang terdiri dari tiga orang per kelompok itu berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Karanganyar. Adapun Gapoktan yang terpilih mewakili daerahnya antara lain Lestari Makmur Desa Bakalan Jumapolo, Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih, Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu. Selain itu, Gapoktan Marsudi Karyo Bolon Colomadu dan Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo juga  tercatat sebagai  peserta   lomba tersebut.

Kepala BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Karanganyar, Supramnaryo mengatakan, kegiatan yang menampilkan pengetahuan dan ketrampilan petani itu digelar untuk memacu pertumbuhan dan kinerja Gapoktan. Tujuan akhirnya yakni meningkatkan kualitas organisasi dalam Gapoktan bersangkutan. Pasalnya, Gapoktan menjadi wadah bagi petani untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam menanam dan mengolah hasil pertaniannya, termasuk membuat terobosan dalam bidang tersebut. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan program-program pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan daya saing dengan daerah lain,” kata dia di sela-sela acara.

Uniknya, tidak seperti lomba-lomba pada umumnya, asah trampil ini memberikan warna tersendiri. Perbedaan yang sangat mencolok terlihat dari busana yang dipakai oleh peserta dan panitia. Semuanya terlihat mengenakan busana khas Jawa, yakni beskap dan kebaya. Kendati demikian, semangat terlihat jelas di wajah para peserta. Hal itu ditunjukkan dari cara mereka menjawab pertanyaan dari para juri. Tidak berhenti di situ saja, bel yang biasanya dipakai dalam sebuah perlombaan juga diganti dengan dengan kentongan. Otomatis, saat babak rebutan suara kentongan antartim saling berkejaran.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR yang juga hadir dalam perlombaan tersebut memberikan apresiasi kepada semua peserta. Baginya, ajang itu bukan sebatas perlombaan yang mencari pemenang. Melainkan menantang sejumlah Gapoktan untuk menerapkan ilmu dan ketrampilannya di lapangan. Dengan begitu, bidang pertanian bisa dinamis dan melahirkan inovasi-inovasi. “Kami berharap apa yang mereka miliki, yakni teori-teori, bisa diseimbangkan dengan penerapannya di lapangan,” ujar Rina di hadapan para peserta dan juri.

Sebagai pemenang lomba yaitu Juara 1 Ngudi Makmur Sumberrejo Kerjo, juara 2 Marsudi Makmur Desa Gaum Tasikmadu, sedangkan juara 3 Noto Joyo Desa Matesih Kecamatan Matesih.

.pd