Proyek Waduk Pidekso Dimulai 2013 : 200 KK Akan Tergusur

Pembangunan Waduk Pidekso yang sempat ditolak warga karena akan menggenangi tiga desa di Kecamatan Giriwoyo dan Batuwarno, Wonogiri, dipastikan mulai digarap pada 2013. Proyek diawali dengan pembebasan lahan warga. Diperkirakan, sekitar 200 kepala keluarga (KK) akan tergusur.

Kepastian dimulainya proyek Pidekso itu disampaikan Kepala Bidang Program dan Perencanaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Lilik Retno, seusai meninjau lokasi bakal waduk bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Muhammad Hasan, Kamis (8/11).

“Peninjauan ini untuk melihat sejauh mana kesiapan di lokasi setelah proses Larap dan Amdal kemarin. Tahun depan sudah bisa mulai dibangun diawali dengan pembebasan lahan. Tahap pembebasan lahan juga banyak, dan jika sudah selesai baru dilanjutkan proyek pengerjaan waduk,” kata Lilik.

Luas lahan genangan waduk untuk proyek ini sekitar 250 hektare. Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumberdaya Mineral, Arso Utoro mengatakan paling banyak warga yang terkena genangan ada di Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno.

“Ada sekitar 200 KK, tapi yang perlu diingat tidak semua ada di area genangan, tapi ada yang di sempadan (tepi waduk-red). Untuk di Desa Tukulrejo (Giriwoyo) ada 68 KK dan di Desa Pidekso sebanyak 157 KK. Juga tidak semua genangan, sebagian sempadan. Lainnya berupa lahan penduduk,” jelasnya.

Baik Camat Giriwoyo, Sariman, Kepala Desa Tukulrejo, Kenthut Suparyono dan Kepala Desa Pidekso, Widodo mengatakan, ada warga yang meminta dibuatkan rumah. Ada pula yang ingin dibantu meratakan lahan cadangan yang kebetulan berada di bukit.

“Intinya semua warga kini sudah sepakat ada waduk ini. Bahkan saat ini sudah ada yang rencana pindah. Tapi mereka ingin agar pindahnya tidak jauh dari sini dan masih tetap dekat dengan tetangga mereka dulu. Ada juga yang terima hanya menerima uang ganti rugi saja,” kata Kenthut.

Atas hal itu Arso menampung semua usulan warga dan akan menyampaikan kepada pusat. Terutama untuk permintaan dibuatkan rumah meski seadanya.