Kredit Usaha Rakyat Tersalurkan Rp 18,8 M

Sebanyak 21,6 persen dari total kredit dari Bank Jateng tersalurkan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). Hingga 31 Oktober kemarin jumlah total kredit yang disalurkan Bank Jateng sebesar Rp 443,1 miliar.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Karanganyar, Anton Sudarsono, mengatakan penyaluran kredit tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi mikro di Karanganyar berkembang pesat. Terlebih lagi kredit untuk usaha agroindustri yang merupakan usaha andalan di Karanganyar. Untuk KUR sendiri yang tersalurkan hingga akhir Oktober kemarin mencapai Rp 18,8 miliar.
“Ini meningkat Rp 3 miliar dibanding Oktober tahun lalu yang hanya Rp 15,8 miliar,” jelas Anton didampingi wakilnya, Riyanto Agus usai penyerahan hadiah utama undian Tabungan Bima, Senin (5/11).

Angka kredit yang naik secara signifikan terjadi pada KKPE yang mencapai 1.860 persen. Yakni pada pada tahun lalu, KKPE hanya tersalurkan sebanyak Rp 188 juta, namun untuk tahun ini hingga Oktober yang tersalurkan mencapai Rp 3,5 miliar yang digunakan untuk sektor pertanian dan peternakan.

“KKPE ini merupakan komitmen kami dalam menyalurkan program kredit yang sangat murah, karena bunganya mendapat subsidi dari pemerintah. Jadi hanya bayar 7 persen saja dalam setahun. Ini merupakan kredit khusus untuk bidang pangan. Ke depan KKPE akan kami tingkatkan,” tambahnya.

Selain itu, Anton juga menjelaskan bahwa dana pihak ketiga yang dihimpun Bank Jateng hingga 31 Oktober kemarin mencapai Rp 630,4 miliar. Hal ini mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 554 miliar. Untuk aset sendiri mencapai Rp 663 miliar, jumlah nasabah tabungan sebanyak 45.192 orang, nasabah deposito 554 orang, dan debitur sebanyak 6.998 orang.