Penilaian Penghargaan Wahana Tata Nugraha: Banyak Jalan Raya Salahi Status dan Fungsi

Banyak infrastruktur jalan raya di Karanganyar menyalahi status dan fungsi jalan. Sehingga jika tidak segera dibenahi akan merugikan masyarakat. Hal itu terungkap dari penilaian penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) oleh tim Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rabu (31/10).

Kepala Subdit Transportasi Darat Kemenhub, Achmadi, mengatakan salah satu penyalahgunaan status dan fungsi itu adalah jalan provinsi yang masih digunakan sebagai jalan kota, sehingga lalu lintas masih bercampur. “Kami harap Pemkab bisa membenahi penyalahgunaan tersebut. Solusi yang bisa digunakan adalah pembuatan outer ringroad (jalan lingkar luar) agar tak seluruh kendaraan masuk ke jalan kabupaten,” ungkapnya.

Menurut Achmad, untuk melaksanakan solusi tersebut, Pemkab bisa bekerja sama dengan Kemenhub dengan merekomendasikan pembuatan outer ringroad. Sehingga untuk pendanaan pembangunan jalan bisa dibantu dengan APBN. “Solusi ini merupakan jangka panjang dan kelak bakal semakin mendesak dibutuhkan. Apalagi jika jalan tembus Tawangmangu-Magetan sudah dioperasikan, maka volume kendaraan yang masuk ke kota akan semakin padat,” jelasnya.

“Jika ada ringroad kan kendaraan yang masuk ke kota menjadi berkurang, sehingga bisa memperlancar jalan. Nantinya pelayanan ke masyarakat pun juga tidak terganggu,” tambah Achmad.

Selain itu, tim penilai WTN juga menyarankan agar Pemkab melakukan pembatasan jumlah angkutan umum jenis angkot karena membuat ruwet kondisi jalan. Menurut Achmad, pelayanan transportasi publik lebih baik menggunakan bus mini. “Temuan kami juga menunjukkan adanya pelajar bergelantungan pada angkot karena kapasitasnya yang tidak memadai. Ini kan membahayakan, sehingga lebih baik menambah mini bus,” imbau Achmad

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rina Iriani berharap Karanganyar dapat meraih penghargaan WTN, sebelum masa jabatannya berakhir. Diakuinya, sekitar 10 tahun terakhir, Karanganyar belum pernah mendapatkan penghargaan bergengsi di bidang transportasi tersebut.

“Tinggal WTN yang belum kami peroleh. Kami saat ini sudah siap membenahi transportasi, seperti pembangunan jalan layang Palur. Ini utang terakhir dalam masa jabatan saya,” ujar Rina.