Musim Hujan, Waspadai Penularan DBD

Warga diminta mewaspadai ancaman penularan penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) selama musim penghujan. Pasalnya, tahun ini merupakan periode siklus lima tahunan yang dibarengi peningkatan jumlah penderita.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkul Munir, mengatakan jumlah penderita DBD hingga September 2012 sebanyak 63 kasus. Diperkirakan jumlah penderita DBD bakal membengkak selama musim penghujan.

“Biasanya peningkatan kasus terjadi selama musim penghujan karena nyamuk aedes aegypti dapat berkembang biak dengan cepat,” katanya kepada Solopos.com, Minggu (28/10/2012).

Menurutnya, terjadi perubahan pola pada kasus DBD yaitu penderita rata-rata dewasa dan orangtua. Padahal, sebelumnya mayoritas penderita DBD adalah anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.  Artinya, warga yang mempunyai mobilitas tinggi di luar rumah rawan terkena penyakit DBD.

“Ada perubahan yang signifikan karena mayoritas penderita orang dewasa bahkan ada yang lanjut usia. Ini perlu diwaspadai masyarakat,” katanya.

Daerah Perkotaan

Selain itu, penderita mayoritas berdomisili di daerah perkotaan seperti Karanganyar, Jaten dan Tasikmadu yang terdapat permukiman padat penduduk.

Pihaknya bakal memberdayakan masyarakat untuk memberantas jentik-jentik nyamuk di permukiman penduduk.  Warga dibantu para juru pemantau jentik (Jumantik) akan memeriksa tempat-tempat genangan air dapat menjadi sarang berkembang biak nyamuk.

Apabila terdapat penularan kasus DBD di satu titik lokasi maka pihaknya akan melakukan pengasapan atau fogging. Dengan pola tersebut maka diharapkan dapat menekan jumlah penderita DBD di wilayah Karanganyar.

Sementara seorang warga Kelurahan Lalung, Sudarman, meminta agar instansi terkait lebih giat melakukan penyuluhan-penyuluhan di pedesaan. Pasalnya, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih minim.