Kebakaran Padam, Tim Gabungan Tetap Pantau Lereng Lawu

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu tepatnya di petak 63 F dan 63 G di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso yang melalap sekitar 30 hektare dinyatakan padam pada Jumat (12/10/2012) malam. Kendati demikian, sebagian tim gabungan masih berada di beberapa pos pengamatan seperti Candi Cetho dan Cemara Kandang untuk memantau api sisa-sisa kebakaran.

Asisten Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Lawu Utara, Farkhan Masykur, saat dihubungi, Minggu (14/10/2012) mengatakan tim gabungan yang terdiri dari anggota Perum Perhutani, BPBD Karanganyar, SAR, TNI, Polri dan warga sekitar berhasil mengantisipasi menjalarnya kobaran api yang mengancam ratusan hektare hutan resapan air yang terletak di bawah lokasi kebakaran.

Sesampai di lokasi kebakaran, tim gabungan langsung membuat parit dan membersihkan dedaunan kering yang berpotensi terkena kobaran api. “Kebakaran hutan sudah padam, sekarang tim gabungan sudah turun hanya beberapa petugas yang masih berada di pos pengamatan Candi Cetho untuk memantau sisa kebakaran,”.

Tim gabungan yang berada di lereng Gunung Lawu juga melakukan penyisiran ke lokasi kebakaran. Penyisiran dilakukan untuk memastikan sisa-sisa kobaran api yang masih menyala. Apabila ditemukan, tim gabungan langsung memadamkan agar tidak menjalar ke pepohonan lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran lagi.

Menurutnya, medan di sekitar lokasi kebakaran menjadi kendala selama proses pemadaman. Pasalnya, belum ada jalur pendakian menuju lokasi kebakaran. Artinya, tim gabungan harus membuat jalur pendakian baru menuju ke lokasi kebakaran. “Untungnya beberapa hari terakhir turun hujan sehingga otomatis memadamkan sisa kobaran api,” katanya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K, menjelaskan tim gabungan yang berada di lokasi kebakaran memprioritaskan agar kobaran api tidak menjalar ke hutan resapan air. Pasalnya, hutan tersebut menampung cadangan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.

Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Perum Perhutani apabila muncul titik api yang berpotensi besar menimbulkan kebakaran. Pasalnya, kawasan hutan lindung