Dilanda Kekeringan, Petani Pusokan Padinya

Para petani di daerah Popongan, Karanganyar Kota terpaksa memusokan tanaman padinya lantaran tidak mendapat pasokan air yang mencukupi. Rata-rata umur padi yang dipusokan tersebut baru dua bulan dengan kondisi sudah mengering.
Salah seorang petani asal Dusun Arjosari, Popongan, Karanganyar Kota, Sunardi (55), mengatakan para petani di daerahnya tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa memotong tanaman padinya untuk dijadikan makanan ternak. “Karena sudah mengering ya dipotong saja untuk pakan ternak. Ya lebih bermanfaat daripada didiamkan,” ujarnya, Rabu (10/10).
Saat dibabat, tanaman padi milik Sunardi tampak kuning kecokelatan karena kekeringan. Bersama dengan beberapa petani lainnya, ia sebenarnya mengaku sedih dengan pilihan tersebut. “Saya sedih, namun ini risiko menanam padi di musim kemarau. Kami kira masih dapat pasokan air dari irigasi. Ternyata hanya saat awal menanam saja (dapat pasokan air). Mau pakai disel juga tidak ada,” ujarnya.
Pernyataan serupa juga dilontarkan Pawiro (60), petani asal daerah setempat. Ia mengaku bahwa sekitar 50 persen lahan dari total 100 hektare lahan yang ditanami padi tidak bisa dipanen. Sedangkan sisanya yang bisa dipanen itu pun kualitasnya tidak begitu baik. “Biasanya saat air cukup hasil padi pasti melimpah dengan kualitas yang sangat bagus. Karena ini musim kemarau, ya ini risikonya,” ungkap Pawiro.
Terkait kerugian yang dialami, Pawiro mengaku, bisa mencapai Rp 6 juta di setiap hektarenya. Nilai tersebut baru ongkos produksi, belum lagi ongkos tenaga kerja dan ongkos di luar produksi lainnya. “Kalau padi tersebut panen, kami bisa menghasilkan Rp 18 juta per hektare. Itu minimal, bahkan kadang bisa lebih,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengakui adanya lahan padi yang dipusokan dalam musim tanam kedua ini. Namun pihaknya masih akan melakukan pengecekan ke lapangan terkait luas lahan padi yang dipusokan. “Kami masih mengecek di lapangan, biasanya laporan tengah bulan sudah ada datanya. Itu wajar karena saat ini baru akan menginjak musim hujan,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian banyaknya padi yang dipusokan karena kekeringan tersebut akan dilaporkan ke Kementerian Pertanian. Sehingga diharapkan para petani mendapatkan bantuan benih untuk musim tanam ketiga kelak. “Tapi kami hanya mengusulkan, itu terserah pusat,” ujarnya.