200 Hektare Sawah di Desa Bangsri Terancam Gagal Panen

Hama tikus kembali menyerang lahan pertanian di Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan. Akibatnya, sekitar 200 hektare lahan sawah di desa tersebut terancam gagal panen di musim tanam kedua tahun ini.
Ketua Gabungan Petani Pengguna Air (GP2A) Desa Bangsri, Priyono, mengatakan diprediksi hanya tinggal 40 persen lahan pertanian yang bisa dipanen pada musim tanam kedua ini. “Selain tikus, kendala lainnya yaitu sulitnya pengairan. Air yang diandalkan hanya dari Jumog, dan itu pun minim sekali,” ujarnya usai mengikuti acara gropyokan tikus dengan Bupati Karanganyar Rina Iriani, Kodim 0727 Karanganyar, dan Polsek Karangpandan, Kamis (4/10).
Ketua Paguyuban Kelompok Tani Desa Bangsri, Sularno, menambahkan bahwa Pemkab harus segera memperbaiki Dam Bulan, yang merupakan sumber pengairan sawah di Desa Bangsri, karena sudah rusak.
“Sudah sekitar satu tahun ini, Dam Bulan untuk pengairan sawah telah rusak dan tidak bisa digunakan. Petani hanya mengandalkan jatah air yang berasal dari saluran irigasi utama seminggu sekali, sehingga tidak cukup,” keluh Sularno.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar, Supramnaryo, mengungkapkan hama tikus merusak tanaman padi dengan menggigit batangnya. Batang padi tersebut tidaklah dimakan oleh hama tikus, melainkan untuk mencegah tumbuhnya taring pada tikus. “Biji padi yang dimakan tikus sebenarnya jumlahnya sedikit,” ujarnya.
Meskipun demikian, Supramnaryo, mengungkapkan pemberantasan hama tikus harus secepatnya dilakukan. Sebab perkembangbiakan hama tikus sangat cepat. “Satu ekor tikus betina bisa berkembang biak hingga 540 ekor. Jadi harus segera diberantas,” jelasnya.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, meminta kepada para petani untuk juga pro aktif untuk membasmi hama tikus. Menurutnya, petani harus bisa berinovasi dalam menanam saat musim kemarau tiba. “Kalau saat musim kemarau ada hama tikus yang suka makan padi, lebih baik tanam yang lain seperti kacang dan kedelai,” imbaunya.
Rina juga berjanji segera melakukan perbaikan pada Dam Bulan yang mengalami kerusakan. “Nanti akan segera dicek oleh DPU dan diperbaiki. Ini agar pengairan untuk sawah bisa kembali lancar,” janjinya.