Hama Tikus Serang 10 Hektare Lahan Padi

Hama tikus serang 10 hektare lahan pertanian padi yang hampir panen merata di seluruh wilayah Karanganyar. Sementara amukan hama tikus paling parah terjadi di Kecamatan Jaten dan Kebakkramat.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, mengatakan hama tikus paling banyak menyerang dua kecamatan itu di musim kemarau ini paling luas lahan tanaman padinya dibanding daerah lain. Apalagi, di kedua kecamatan tersebut kebutuhan air untuk irigasi mudah didapat karena adanya aliran Dam Colo. “Kalau wilayah lainnya kebanyakan menggunakan pompa air saat musim kemarau,” ujar Siti, Senin (1/10).

Menurutnya, 10 hektare lahan padi yang diserang tikus tersebut hampir mencapai separuh dari total lahan yang ditanami padi di musim kemarau ini. “Pada musim tanam kedua ini yang juga musim kemarau, hanya petani yang daerahnya ada sumber irigasi yang menanam padi, seperti Jaten, Kebakkramat, Tasikmadu, Mojogedang, dan Karangpandan,” tambah Siti.

Sementara itu, beberapa wilayah yang sumber airnya tidak bagus dan mengandalkan tadah hujan tidak menanam padi, seperti di wilayah Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, dan Jatiyoso. Hama tikus yang muncul tersebut lantaran lahan yang digunakan untuk menanam padi jumlahnya sedikit.

Sebagai antisipasi meluasnya hama tikus tersebut, rencananya Dispertanbunhut akan menggelar gropyokan tikus massal pada Kamis (4/10) di area sawah di wilayah Karangpandan. Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan unsur TNI dan Muspida. “Rencananya gropyokan tersebut akan dipimpin oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani dan Dandim 0727 Karanganyar Letkol (Inf) Eddy Basuki,” kata Siti.