KEBAKARAN GUNUNG LAWU: Pemadaman Manual Belum Buahkan Hasil

Kebakaran hebat masih melanda kawasan hutan di lereng Gunung Lawu tepatnya di wilayah Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Rabu (26/9/2012) sore. Upaya tim gabungan untuk memadamkan api sejak Rabu pagi belum membuahkan hasil. Tim terkendala kencangnya angin yang bertiup dan banyaknya ranting pohon kering.

Informasi yang dihimpun Espos di Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, sejak Rabu pagi ratusan orang dari belasan elemen berangkat menuju lokasi kebakaran. Tim bertolak dari Pos Induk di Candi Cetho, Desa Gumeng, Jenawi, sekitar pukul 04.30 WIB. Tim harus menempuh perjalanan kaki selama empat jam untuk mencapai titik kebakaran. Sejumlah elemen yang turut serta dalam upaya pemadaman seperti BPBD, TNI, SAR, Tagana, SAR MTA, FKPM, Mapala, Sekber, Perhutani, Himalawu, FKPB dan Pol Mob Perhutani.

Selain itu sebanyak 117 warga Dusun Cetho, Gumeng, juga ikut mendaki menuju titik kebakaran. Kepala Sekretariat BPBD Karanganyar, Joko Wahyono, mengatakan medan menuju lokasi kebakaran sangat berat. Tim harus bekerja keras dan hati-hati menuju titik api. “Karena kencangnya angin dan keterbatasan air, tim hanya melakukan upaya lokalisasi titik kebakaran,” katanya.

Menjelang sore tim gabungan ditarik kembali ke pos induk di Candi Cetho. Untuk selanjutnya kembali melakukan upaya lokalisasi titik kebakaran Kamis (27/9/2012) pagi. Hingga Rabu sore tercatat api telah menghanguskan kawasan hutan seluas 10 hektare di Karanganyar. Titik kebakaran terletak di wilayah Desa Anggrasmanis, Jenawi. “Lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman penduduk. Tapi kami pantau intensif jaringan air bersih yang berada sangat dekat dengan api,” imbuh Joko.

Informasi terbaru, jaringan pipa air bersih sepanjang 1,5 kilometer semakin didekati api. Padahal pipa tersebut mengalirkan air bersih untuk puluhan keluarga di Dusun Cetho. Salah seorang anggota BPBD Karanganyar, Eko Wandoyo, mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara manual. Seperti dengan membuat parit-parit darurat untuk mencegah meluasnya kobaran api. “Api tersebar merata di beberapa titik, di sekitar pos II, III dan IV,” tuturnya. Berdasar pengamatan kobaran api terlihat cukup jelas pada malam hari dari wilayah Kecamatan Ngargoyoso.