Perpusda Karanganyar Belum Standar

Minimnya anggaran menghambat Perpustakaan Daerah (Perpusda) Karanganyar mencapai Standar Nasional Perpustakaan Kabupaten/Kota.

“Anggaran operasional kegiatan perpustakaan yang berasal dari APBD Karanganyar masih belum mencukupi. Per tahun baru dianggarkan sekitar Rp250 juta,” jelas Kepala Kantor Perpusda Karanganyar, Edi Yusworo, saat ditemui Solopos.com akhir pekan kemarin.

Sesuai Standar Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota 2002 yang ditetapkan Perpustakaan Nasional Indonesia, setidaknya perpusda memiliki ruang koleksi, ruang majalah dan ruang pandang audio visual yang terpisah. Namun, perpusda Karanganyar belum memenuhinya. Demikian pula dengan pemisahan koleksi bacaan anak dan dewasa.

Perpusda Karanganyar memiliki koleksi sekitar 36.000 eksemplar buku. Sekitar 45% buku dalam kondisi rusak dan ada yang hilang tiap tahunnya.

“Pada 2011 lalu, kami tidak melakukan penambahan buku karena keterbatasan anggaran. Penambahan koleksi terakhir kami lakukan 2010 dengan anggaran Rp10 juta. Paling hanya bisa menambah sekitar 200 eksemplar. Tahun ini kami usahakan ada penambahan koleksi, tapi menunggu perubahan anggaran,” tambah salah seorang pustakawan di Perpusda Karanganyar, Sawaldi.

Edi kembali menuturkan pihaknya belum dapat maksimal mengolah perpustakaan. Selain keterbatasan anggaran, gedung perpustakaan juga belum paten. Sebentar lagi gedung perpustakaan akan pindah, tergusur pembangunan gedung Sekretariat Daerah yang baru. Rencana dalam waktu dekat ini Perpusda akan dipindah di gedung bekas rumah sakit dekat Akademi Keperawatan 17 Karanganyar.

“Kami berharap anggaran untuk pengembangan perpustakaan ditambah. Kami mencita-citakan perpustakaan yang layak dan sesuai standar, termasuk mamiliki kelengkapan IT,” ungkap Edi.