Panen Raya Bawang, Petani Resah Harga Anjlok

Tingginya impor bawang yang dilakukan pemerintah membuat petani bawang di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu resah. Mereka khawatir produk pertanian mereka kalah bersaing di pasaran.

Ketua Kelompok Tani Maju Kelurahan Kalisoro, Bejo Supriyanto, menuturkan membanjirnya bawang impor membuat harga bawang lokal anjlok. Itu seperti yang terjadi pada kurun tahun 2007-2009. “Saat itu harga bawang putih di pasaran anjlok hingga Rp 3.000 per kilogram. Sehingga banyak petani tidak mau menanam bawang lagi. Dari 250 petani, hanya 5 persen yang mau kembali menanam bawang,” ujar Bejo saat panen raya bawang putih di Pancot, Kalisoro, Tawangangu, Selasa (4/9).

Namun rasa kepercayaan petani untuk menanam bawang muncul lagi sejak tiga tahun terakhir. Hasilnya pun diakui Bejo cukup memuaskan dan mampu bersaing dengan bawang impor.
“Panen raya kali ini saja kita bisa memanen sekitar 25,5 ton bawang per hektare. Untuk wilayah penanaman bawang di daerah Tawangmangu ada sekitar 20 hektare. Sebanyak 8 hektare mendapatkan bantuan dari pemerintah, sedangkan sisanya merupakan swadana dari masyarakat,” ujar Bejo.

Dirjen Budidaya dan Pascapanen Tanaman Sayur dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Yul Hary Bahar, yang turut hadir pada panen raya kemarin, menuturkan saat ini pihaknya tengah berupaya membendung masuknya produk hortikultura impor. Nantinya pemerintah akan membatasi dominasi produk impor yang masuk ke Indonesia.

Tempat pengiriman produk impor juga akan dibatasi hanya berada di empat daerah saja. Yakni, di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Belawan Sumatra Utara, dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Peraturan ini akan berlaku mulai 28 September mendatang. Selain membantu petani pascapanen kami juga akan memprogramkan seputar budidaya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, meminta para petani harus semangat untuk menghasilkan panenan terbaik. Menurutnya, panen yang baik harus mendapatkan imbalan yang setimpal. “Kalau harga bawang varietas Tawangmangu yang bagus ini rendah di pasaran, saya akan carikan eksportir untuk dijual di luar negeri. Pertama negara-negara yang dekat dulu seperti di Malaysia dan Singapura,” ujar Rina.