Kasus ISPA & Diare Meningkat 20 Persen

Angka kasus penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan diare yang ditangani Puskesmas Jatipuro, Karanganyar, mengalami peningkatan 20 persen dua bulan terakhir.

Hal itu diungkapkan Kepala UPT Puskesmas Jatipuro, dr Kristanto Setyawan, saat ditemui di kantornya, Sabtu (1/9/2012). “Untuk bulan Juli saja tercatat 77 kasus diare dan 126 kasus ISPA. Jumlah itu terbilang naik sekitar 20 persen dibanding angka kasus pada bulan-bulan biasa. Tapi belum sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB),” katanya.

Kristanto menjelaskan situasi dinyatakan KLB bila persentase peningkatan angka kasus lebih dari 100 persen. Peningkatan angka kasus terjadi karena tingginya mobilitas warga selama Lebaran. Selain iotu karena kurang terjaganya kebersihan makanan yang dikonsumsi. “Jumlah penderita penyakit ini memang selalu meningkat setelah Lebaran,” imbuhnya.

Kristanto menerangkan penanganan penderita ISPA dan diare dilakukan dengan pemberian obat. Lebih dari itu, bidan desa dan petugas promosi kesehatan (promkes) didorong untuk menyosialisasikan cara pencegahan dua penyakit tersebut. Kongkretnya berupa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga stamina dengan cukup istirahat, mengurangi konsumsi es dan rokok.

Begitu juga sosialisasi pencegahan penyakit diare dengan membiasakan diri cuci tangan memakai sabun, menjaga kesehatan lingkungan, menjaga kebersihan makanan dan tidak membuang air besar sembarangan. “Saat ini masih ada sebagian warga yang buang air besar di kali atau pekarangan. Alasannya sudah menjadi kebiasaan sejak kecil,” imbuhnya.

Dari 10 desa di Kecamatan Jatipuro belum ada satu pun desa yang bebas 100 persen dari perilaku buang air besar sembarangan. Berdasar pendataan petugas Puskesmas diketahui persentase ketersediaan jamban di 10 desa di Jatipuro baru mencapai 79 persen. Selain tidak membuang air besar di pekarangan dan kali, warga juga diminta mengonsumsi air bersih. Sebab cakupan ketersediaan air bersih di Jatipuro sudah mencapai 100 persen.