Cegah Insiden Berulang, Tim Pemantau Disiagakan

lawu

Sebanyak 10 anggota organisasi pecinta lingkungan Anak Gunung Lawu (AGL) disiagakan di lokasi pascakebakaran hutan lindung Gunung Lawu tepatnya di sekitar pos 2 jalur pendakian Cemara Kandang. Mereka bertugas menyisir dan memantau apabila masih ada sisa-sisa kebakaran dapat menimbulkan titik api baru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengungkapkan kebakaran hutan di sekitar Jurang Pangarip-Arip dinyatakan padam pada Senin (13/8/2012) sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari anggota BPBD Karanganyar, SAR Karanganyar, AGL, Perum Perhutani Solo melakukan penyisiran di lokasi kebakaran. “Sekarang masih ada 10 anggota AGL yang ditugaskan memantau perkembangan pasca kebakaran hutan lindung,”.

Penyisiran dilakukan untuk menemukan sisa api kebakaran yang dapat menimbulkan kobaran api baru. Setelah dinyatakan padam maka seluruh anggota tim gabungan turun gunung. Sebenarnya, pihaknya mengkhawatirkan apabila kebakaran hutan itu merembet hingga pos 1. Sebab terdapat pohon pinus yang mudah terbakar.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran hutan tersebut. Menurutnya, ada beberapa penyebab kebakaran tersebut yakni puntung rokok, sisa perapian yang dibuat pendaki gunung dan arang yang dibuat warga sekitar. Saat ini, jalur pendakian Cemara Kandang dibuka kembali untuk umum. “Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, apakah karena puntung rokok, sisa perapian atau lainnya,” katanya.

Sementara anggota Perum Perhutani Solo, Farhan, menjelaskan beberapa anggota Perum Perhutani Jawa Timur turut memadamkan kebakaran di lereng Gunung Lawu tersebut. Pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar kejadian tersebut tak terulang lagi.

Menurutnya, kondisi medan di sekitar lokasi kebakaran cukup terjal sehingga menyulitkan tim gabungan saat memadamkan kebakaran. “Sekarang sudah padam, para anggota tim gabungan juga sudah turun dari gunung,” tambahnya.