16 Desa Digelontor Dana PUAP

Pemkab Karanganyar hanya menyetujui 16 desa untuk mendapatkan dana Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dari 96 desa yang diajukan oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar.
Kepala BP4K Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan dana PUAP memang tidak mencukupi jika dialokasikan untuk 96 desa. Menurutnya, setiap tahun dana PUAP hanya diberikan kepada sekitar 15-20 desa. “Untuk kali ini desa-desa yang mendapatkan dana PUAP berada di Kecamatan Gondangrejo dan Karangpandan,” jelasnya, Minggu (12/8).
Supram menjelaskan, desa atau kelurahan tersebut akan mendapatkan alokasi dana PUAP sebesar Rp 100 juta dari total dana Rp 1,6 M. “Yang menerima dana tersebut tergolong daerah tertinggal, serta memiliki banyak jumlah penduduk miskin,” ungkapnya.
Dijelaskannya, penyaluran dana PUAP ditransfer ke rekening Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap desa. Kemudian Gapoktan berperan sebagai pengelola dana tersebut yang kemudian dijadikan modal bergulir untuk usaha pertanian dana agribisnis.
“Teknisnya ada di kelompok Gapoktan masing-masing sesuai dengan kesepakatan, termasuk besarnya bunga pinjaman. Sedangkan Pemkab akan berperan sebagai pengawas agar tidak terjadi penyelewengan,” jelas Supram.
Sementara untuk pertanggungjawaban penggunaan dana, setiap Gapoktan diharuskan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Hal ini agar dana tersebut tepat sasaran.
Supramnaryo menambahkan, bahwa cepat lambatnya pengembangan usaha bergantung pada pengelolaan dana di tiap kelompok.