Pengawasan Makanan Diperketat

Maraknya peredaran makanan tak layak konsumsi karena mengandung pengawet berbahaya di beberapa pasar tradisional, mendapat perhatian khusus dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar. Rencananya Disperindagkop bakal memperketat pengawasan distribusi makanan, utamanya makanan ringan untuk anak-anak di pasar-pasar.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro, menyatakan pengawasan akan dimulai sejak distributor meletakkan makanan dagangannya di pasar. “Kalau ada yang kedaluwarsa atau mengandung pengawet dan pewarna berbahaya langsung kami kembalikan,” jelasnya, Rabu (8/8).
Sundoro mengaku, sudah mengambil tindakan terkait dengan ditemukannya makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Sanksi awal berupa teguran sudah dilayangkan pihaknya. “Karena belum memakan korban, saat ini kami baru bisa memberikan teguran dan imbauan saja. Kami meminta pedagang untuk lebih mencermati makanan yang dijual agar tak memakan korban,” tambahnya.
Diungkapkan Sundoro, pengawasan distribusi makanan hanya bisa dilakukan di pasar-pasar tradisional. Untuk makanan dan jajanan yang dijual di toko-toko yang ada di pinggir jalan, Disperindagkop hanya bisa memberikan imbauan saja.
“Kalau untuk makanan yang ada di pasar, kami bisa mengontrolnya melalui lurah pasar. Tetapi kalau yang ada di toko-toko di luar pasar, kita belum bisa berbuat banyak,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinkes Karanganyar menggelar Sidak kelayakan makanan di empat pasar tradisional, yaitu di Pasar Karangpandan, Tegalgede, Jungke, dan Palur. Dari hasil Sidak yang tersebut ditemukan 11 jenis makanan mengandung pewarna berbahaya jenis rhodamin-B dan pengawet berbahaya seperti boraks dan formalin.