Operasi Ketupat Candi Amankan 366 Pelanggar Hukum

Operasi Ketupat Candi 2012 yang digelar Polres Karanganyar sejak 20 Juli lalu mengamankan sedikitnya 366 orang karena melanggar hukum. Ratusan orang tersebut terjerat sejumlah kasus seperti perjudian, minuman keras, prostitusi, dan penjualan petasan.
Data di Polres, 28 kasus sudah diproses secara hukum. Sedangkan sisanya diberi pembinaan kemudian dilepaskan. Sejumlah barang bukti juga diamankan seperti 2.368 botol miras berbagai jenis, uang perjudian Rp 5.249.000, sembilan rekapan cap jie kie, 18 telepon genggam, 15 set kartu remi, dan dua set domino. Untuk petasan diamankan sebanyak 33.054 biji, untuk pencurian yakni dua buah helm, dua buah pakaian, satu kamera digital, dan dua telepon genggam.
Menurut Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, jumlah orang yang ditangkap tersebut lebih banyak jika dibanding dengan tahun lalu. Meski begitu hal tersebut bukanlah suatu kebanggaan. “Penyakit masyarakat selalu saja ada, bukannya berkurang tapi malah bertambah,” ujarnya di Mapolres Karanganyar, Rabu (8/8).
Diungkapkan Adji, meski Operasi Ketupat Candi 2012 dianggap sudah selesai, operasi penyakit masyarakat (Pekat) tetap akan digalakkan. Apalagi menjelang lebaran, di mana tindak kejahatan diduga bakal makin meningkat. “Kami tetap akan berkomitmen untuk menciptakan suasana kondusif. Dukungan dari masyarakat untuk memberantas Pekat juga sangat kami butuhkan,” jelas Adji.
Dalam operasi Pekat kemarin, kasus perjudian terutama cap jie kie berada di peringkat atas. Pihak kepolisian juga masih memburu sejumlah orang yang diduga sebagai bandar judi. “Penyelidikan kami tentunya tidak sebatas pada tambang dan penjual saja, tetapi juga bandarnya,” jelasnya.
Adji menjelaskan, sudah ada empat nama bandar yang telah terdeteksi, namun berasal dari luar Karanganyar. Ia juga bakal menindak tegas jika ada petugas ketahuan bermain mata dengan bandar judi.