Jelang Lebaran, 70 Rambu Penunjuk Jalan Dipasang

Sedikitnya 70 rambu penunjuk jalan bakal dipasang di titik-titik jalan utama dan jalur alternatif untuk memudahkan pemudik luar daerah sampai tujuan. Adanya rambu penunjuk jalan tersebut diharapkan juga mengurangi kemacetan karena padatnya arus lalu lintas.
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengatakan keberadaan rambu-rambu portabel tersebut sangatlah vital demi kenyamanan pemudik. “Rambu-rambu ini diharapkan bisa membantu para pemudik untuk mengetahui arah, apalagi bagi mereka yang ingin melewati jalur-jalur alternatif,” jelas Nunung, Rabu (8/8).
Dari 70 rambu portabel yang dipersiapkan oleh Dishubkominfo, 40 rambu di antaranya sudah dipasang kemarin siang. Sedangkan sisanya akan disebar mulai dari Colomadu hingga Tawangmangu. “Kami baru memasang rambu-rambu portabel itu di perempatan lampu merah Lalung, Tegalgede, persimpangan Bejen, dan Jenawi,” tambah Nunung.
Untuk mengurangi kemacetan, para pemudik diimbau untuk melalui jalur-jalur alternatif yang tingkat kepadatannya lebih rendah. “Bagi yang mau ke Jawa Timur bisa melalui Tawangmangu sebagai jalur alternatif, selain melewati jalur Sroyo yang menjadi jalur utama. Yang mau ke Wonogiri bisa lewat daerah Lalung ke selatan, dan yang ke Sukoharjo bisa lewat pertigaan Mojolaban. Ke Sragen juga bisa melalui jalur alternatif dari Mojogedang,” jelas Nunung.
Ditambahkannya, jalur alternatif dinilai minim risiko kecelakaan dibanding jika melintas di jalur utama. Selain itu pada jalur-jalur alternatif juga dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL).
“Kami sarankan kepada pemudik untuk lebih berhati-hati di malam hari, karena di beberapa tempat masih minim penerangan, contohnya jalur Kebakkramat yang relatif gelap di malam hari,” imbau Nunung.