Sosialisasi Jalan Layang, Rina Tunggu Arahan Gubernur

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, terkait persoalan sosialisasi proyek pembangunan jalan layang Palur kepada warga yang terkena dampak proyek tersebut.
Menurut Rina, saat ini pihaknya sudah mengirimkan surat kepada orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Isi surat tersebut berupa permohonan terkait apa yang harus dilakukan untuk sosialisasi kepada warga.
“Setelah kami mendapatkan surat pemberitahuan akan dilakukannya pengerjaan pertama proyek jalan layang tersebut, saya langsung instruksikan ke Sekretariat Daerah (Setda),” jelas Rina, Senin (30/7).
Rina berjanji Pemkab akan memfasilitasi sosialisasi tersebut. Pihaknya juga masih menunggu arahan dari Gubernur Jawa Tengah. “Kalau sudah ada arahan pasti kita laksanakan sosialisasinya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto, menjelaskan bahwa kewenangan terkait pembangunan jalan layang Palur tersebut berada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sedangkan Pemkab Karanganyar sendiri hanya ketempatan lokasi proyeknya saja. “Sehingga kita tidak bisa hanya asal bertindak saja,” ungkapnya.
Priharyanto menjelaskan, proyek jalan layang tersebut merupakan fasilitas untuk  masyarakat umum. Diharapkan, ke depan tidak ada lagi kemacetan karena kepadatan lalu lintas di pertigaan Palur karena sudah ada jalan layang.
Selain itu, jika ruas jalan alternatif Tawangmangu-Sarangan selesai dibangun, maka jalan dari Palur hingga Sarangan bisa menjadi jalan utama penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Saat ditanya seputar ganti rugi lahan, Priharyanto, menyatakan bahwa itu adalah kewenangan dari Kementerian PU. Tapi pihaknya siap memfasilitasi jika memang dibutuhkan. “Semua kewenangan terkait proyek ini ada di pusat,” tegasnya.