Melon King dan Mutiara Jajaki Pasar Ekspor

Petani Karanganyar kembali memanen buah melon dengan dua varietas yaitu King dan Mutiara. Dua jenis melon kualitas super itu sudah menembus pasar ekspor seperti Jepang dan Singapura.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, saat turut serta memanen melon tersebut di Sub Terminal Agribisnis (STA) Karangpandan, mengatakan permintaan melon untuk Singapura misalnya, cukup tinggi yaitu 20 ton per tiga minggu. “Untuk jumlah melon sebanyak itu, kami harus mengumpulkan dulu dari para petani,” ujar Rina, Rabu (18/7).
Tak hanya melon yang sudah diekspor, dua bibit melon super tersebut juga diekspor ke negara Jepang. Bibit-bibit melon tersebut asli dari petani Karanganyar. “Asli asal Karanganyar,” kata Rina.
Sementara itu, pemilik Multi Global Agrindo (MGA), Mulyono Herlambang, mengatakan melakukan penelitian bibit di lahan seluas 1,4 hektare untuk mendapatkan bibit unggul. Sedangkan untuk lahan produksi, ia menyiapkan 10 hektare.
Dalam pemasarannya, Mulyono mengaku mendapat saingan berat yaitu Malaysia. Jarak yang cuku jauh antara Karanganyar dengan Singapura menjadikan ongkos produksi menjadi tinggi dibandingkan dengan Malaysia.
Diungkapkan Mulyono, untuk mengekspor buah dan benih tersebut butuh kerja sama dengan para petani di Karanganyar. “Kita juga sudah sebar bibit-bibit unggul buah tersebut kepada petani di Karanganyar,” katanya.
Selain melon, Mulyono juga memasarkan benih terong, pare, dan timun. Selain Jepang dan Singapura negara tujuan ekspor lainnya yang kini menjadi bidikan adalah Uzbekistan.