SULIT AIR: Petani Jumapolo Resahkan Kekeringan

Sejumlah petani di Desa Kwangsan, RT001/RW009, Jumapolo, Karanganyar resah dengan kekeringan yang melanda ladang mereka selama dua bulan terakhir.

Seorang petani  Desa Kwangsan, RT001/RW009, Jumapolo, Nardi mengaku resah karena kesulitan mencari air selama musim kemarau tiba. “Kami sulit mencari air terpaksa kami nganggur  selama belum turun hujan,” ujarnya.

Dia menambahkan mulai  terjadi kekeringan dalam dua bulan terakhir. Dia berharap  Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar memberikan solusi kepada petani sekitar untuk mengatasi kekeringan tersebut.

Musim kemarau, kata dia, mayoritas petani di desanya menganggur di rumah. “Kami tidak bisa menanam tanaman apapun,  karena pasti akan mati dan kami merugi,” ujarnya.

Warga lain yang enggan disebut namanya mengatakan solusi  untuk mengatasi  kekeringan dengan menggali sumur dan diberi pompa air sehingga walaupun musim kemarau turun masih tetap eksis menanam tanaman. “Dinas terkait kalo berkenan memberi bantuan atau pinjaman pembuatan sumur pasti kami senang. Kami akan bayar saat nyicil saat panen tiba,” ujarnya.

Pompa air, kata dia, diperlukan karena ladang di sekitar Desa Kwangsan Kecamatan  Jumapolo merupakan tadah hujan. “Sulit mencari air kecuali membuat sumur sedalam 100 meter lebih,” ujarnya.