Pemkab Harus Selektif Beri Izin Peternakan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Karanganyar, Sumanto, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar lebih selektif lagi dalam memberikan izin usaha ternak. Hal tersebut terkait protes yang dilakukan warga Dusun Sanggrahan, Desa Tunggulrejo, Jumantono, Sabtu (30/6) terhadap peternakan ayam yang ada di daerah tersebut. Akibat limbah dari peternakan tersebut, beberapa warga Desa Tunggulrejo mengalami sakit pernapasan dan penyakit kulit.

Menurut Sumanto, jika Pemkab Karanganyar lebih selektif dalam memberikan izin usaha, maka gejolak seperti di desa Tunggulrejo tidak akan terjadi. “Kalau saja Pemkab lebih selektif dan lebih mengawasi limbah yang dihasilkan oleh  peternakan-peternakan, warga pasti tak akan protes,” jelas Sumanto.

Sumanto juga menilai Pemkab Karanganyar terlalu lamban dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Dirinya juga akan memanggil dan meminta keterangan dari Dinas terkait. “Kami sudah terima laporan tersebut, kami harap dinas terkait segera menyelesaikan permasalahan tersebut, agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” tambahnya.

Sumanto juga menyayangkan penanganan yang lamban dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar dalam menangani penyakit yang menyerang warga Tunggulrejo yang merupakan dampak keberadaan Peternakan tersebut. “Saat itu warga mengalami sakit massal karena terkena gangguan pernapasan dan sakit kulit, bahkan menyerang anak-anak. Namun tidak ada tindakan dari Dinkes, saya dengar warga inisiatif ke Puskesmas sendiri,” tambahnya.