300.000 Lahan di Jateng Beralih Fungsi

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan kekecewaannya kepada Kepala Daerah yang tidak memiliki kepedulian terhadap lahan produktif di Jawa Tengah, Jumat (22/6). Ia mengatakan bahwa saat ini lahan lestari di  Jawa Tengah hanya sekitar 1,7 juta hektare.

“Lahan produktif di Jawa tengah itu berkurang 300.000 hektare dari sebelumnya 2 juta hektare, sekarang hanya tinggal 1,7 juta hektare. Para kepala daerah, baik Bupati dan Walikota sekarang terlihat mulai kurang peduli pada permasalahan alih fungsi lahan,” tegas Bibit saat menghadiri silaturahmi dengan SKPD, camat, lurah, dan kepala desa se-Karanganyar di Pendopo rumah dinas bupati, Jumat (22/6).

Bibit menegaskan agar para walikota dan bupati harus lebih berhati-hati mengawal pemasalahan alih fungsi lahan di dearahnya masing-masing. Ia mengingatkan agar setiap pembangunan harus mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada. “Membangun  harus disesuaikan dengan RTRW yang telah ditetapkan, keperuntukannya untuk apa. Untuk pertanian, industri atau perumahan,” tambah Bibit.

Menurutnya, jika kepala daerah bisa lebih disiplin menyikapi alih fungsi lahan, hal tersebut bisa menekan angka pengurangan lahan produktif yang ada. “Disiplin harus dikerjakan semua pihak untuk menjaga lahan lestari,” ujar Bibit.

Sementara itu, Bibit menyatakan bahwa pertanian di Jawa Tengah berjalan dengan efektif. Ia menyatakan bahwa bibit unggul Pemprov, yakni bibit jenis Inpari-13 sudah berhasil. “Hasil panen di Jateng yang bisa mencapai sebanyak 11 ton per hektarenya. Ini harus didukung dengan sistem yang baik dan dukungan dari kelompok tani,” kata Bibit.

Selain itu, Bupati Karanganyar,  Rina Iriani menyatakan program ketahanan pangan oleh Pemkab Karanganyar berjalan dengan baik. “Total lahan lestari di Karanganyar seluas 23.000 hektare itu kami sudah memetakan di mana saja titiknya. Hingga Desember 2012 , kami pun yakin bisa surplus beras hingga 110.000 ton,” tambahnya.