KAPER Serang Tanaman Padi di Karanganyar

Sejumlah petani di Kabupaten Karanganyar mengeluhkan hama kaper dan tikus yang menyerang tanaman padi miliknya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sebagian petani memilih untuk membasmi hama dengan pestisida.

Petani di Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar, Pardi, mengatakan serangan hama kaper dapat mengakibatkan padi tidak berisi, yang biasa disebut petani gejala beluk (whitehead). “Setiap musim tanam hamanya berbeda-beda, untuk musim tanam kali ini hamanya kaper, penggerek batang dan tikus. Untuk jenis hama kaper dan penggerek batang saya memakai pestisida,” terang dia saat ditemui, awal pekan kemarin.

Petani lain, Suyitno, juga mengaku resah dengan serangan hama kaper di sawah yang digarapnya. Suyitno yang menggarap sawah seluas 9000m2 ini mengatakan hama kaper awalnya disebarkan oleh kupu-kupu. “Jadi kupu-kupu itu kan bertelur, telur itu akhirnya jadi kaper yang memakan pucuk batang padi. Akhirnya tanaman padi menjadi putih,” ujar dia.

Senada dengan Pardi, untuk membasmi hama kaper, Suyitno juga menggunakan pestisida. “Kebetulan tanaman padi saya masih berumur 36 hari, jadi saat ini upaya yang kami lakukan adalah pencegahan,” imbuh dia.

Menurut Suyitno, salah satu penyebab munculnya hama kaper di lahan persawahannya adalah akibat musim tanam yang tidak bersamaan. Tanaman padi yang berada di sebelah sawahnya sudah mulai siap panen, sedangkan tanaman padi miliknya baru saja tumbuh.

Terpisah, seorang penjual pupuk di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Dwi Handayani mengatakan beberapa petani di daerahnya banyak mengeluhkan peningkatan populasi tikus yang menyerang tanaman padi. Ia memaparkan untuk memberantas tikus petani di Karanganyar biasanya memberi umpan makanan yang dicampur racun.

“Biasanya diberi makan obat celeng. Tapi memang banyak petani mengeluhkan untuk membasmi hama tikus itu agak sulit,” terang dia.

Di sisi lain meskipun serangan hama kaper dan tikus merajalela di Karanganyar, petani mengaku masih bisa mengatasi permasalahan tersebut.