BPJS Harus Segera Disosialisasikan

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyambut gembira adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang rencananya bakal diterapkan pada tahun 2012. Rencananya pada tahap awal pemerintah akan mengalihkan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang saat ini dijalankan Kementerian Kesehatan kepada BPJS.
“BPJS dengan Jamkesmas itu berbeda. Kalau Jamkesmas masih ada perbedaan sekali antara orang kaya dan miskin. Untuk BPJS semua sama. Pelayanan kesehatan antara orang kaya dan miskin sama. BPJS ini mengorangkan orang,” tutur Rina saat membuka acara diskusi panel yang diadakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Karanganyar, Selasa (15/5).
Rina berharap sebelum gedoknya BPJS ini, Undang-undang tentang BPJS dapat tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat. Ia berharap para Direktur Rumah Sakit dan juga Dinas Kesehatan mulai melakukan sosialisasi tentang keberadaan BPJS.
Jika sudah tersosialisasi dengan baik maka masyarakat nantinya tahu siapa saja yang akan mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis. Rina menjelaskan bahwa jika memungkinkan, kabupaten Karanganyar bisa membentuk BPJS lebih cepat dari tahun yang telah ditentukan. “Kalau bisa kita bentuk saja BPJS di tahun 2013. Kalau bisa lebih cepat, kenapa kita harus menunggu tahun 2014,” jelas Rina.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, menyatakan bahwa ada tiga tahapan peralihan Jamkesmas menjadi BPJS. “Tahun 2012 akan dilakukan penugasan pengelolaan manajemen kepesertaan Jamkesmas kepada PT. Askes. Di 2013 ini akan ada transisi  pembentukan BPJS. Awal Januari 2014 akan ada pengalihan program Jamkesmas kepada BPJS Kesehatan,” jelas Cucuk, Selasa (15/5).