13.354 Siswa SD Siap Ikuti UN

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar melansir setidaknya ada 13.354 siswa SD atau sederajat yang siap mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mulai, Senin (7/5) depan.
“Ada 558 SD, Madrasah Aliyah (MA), ataupun SDLB di Karanganyar yang akan menggelar ujian nasional pekan depan,” ucap Nur Halimah, Ketua UN Karanganyar sekaligus Sekretaris Dinas Disdikpora Karanganyar, Jumat (4/5).
Ia mengatakan saat ini distribusi naskah soal, masih dalam proses. Pasalnya hingga kemarin belum ada konfirmasi dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah terkait distribusi naskah ke daerah. Namun selama ini naskah tersebut akan dikirim H-2 sebelum pelaksanaan UN. “Misalkan Senin (7/5) UN digelar, berarti kemungkinan Sabtu naskah akan dikirim,” jelasnya.
Tidak jauh beda dengan UN SMA dan SMP, nantinya naskah soal tersebut akan diantar dari Provinsi menuju tempat tujuan atau daerah masing-masing dengan pengawalan ketat dari perwakilan Dinas Pendidikan Jateng dan Disdikpora Karanganyar dan aparat kepolisian. Bedanya, untuk naskah UN SD kali ini, akan langsung dibagikan ke seluruh subrayon yang ada di kecamatan. “Begitu naskah datang langsung dibagi ke 17 kecamatan di Karanganyar,” ungkapnya.
Kendati langsung disebar ke seluruh rayon, pihaknya optimis pelaksanaan UN SD kali ini berjalan dengan lancar tanpa ada penyimpangan, mengingat antisipasi seperti pengawalan naskah dari aparat kepolisian dan dinas terkait sudah digalakkan. “Selama ini belajar dari UN SMP dan SMA, pengawalan tersebut terbukti efektif dan akan berlanjut saat UN SD ini,” tandasnya.
Terkait siswa berkebutuhan khusus seperti siswa tuna netra yang selama ini direpotkan karena tidak ada soal braille, pihaknya mengaku total dari tujuh peserta SDLB. Dan tidak ada satu siswa pun yang tunanetra, sehingga kekhawatiran akan naskah braille tidak lagi menjadi persoalan oleh semua pihak. “Kalau total siswa yang berkebutuhan khusus, saya belum bisa merincinya. Tapi untuk tuna netra tahun ini untuk UN SD tidak ada,” katanya.
Terakhir dirinya mengingatkan, untuk kelulusan SD kali ini tidak hanya ditentukan dari hasil UN, melainkan ada pertimbangan lain seperti ujian sekolah dalam proses kelulusan siswa. Jika di persentase 60 persen untuk UN dan selebihnya yaitu 40 persen diambilkan dari Ujian Sekolah.