Warga Masih Ramai, tapi Jumlah Sesaji Kepala Kerbau Menyusut

Hari cukup terik, jarum jam pun menunjukkan pukul 14.30 WIB, namun di halaman Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar yang biasanya lengang, kali ini ramai dan penuh sesak. Ribuan orang dari berbagai wilayah dan usia itu berdesak-desakan dan melongok di tengah kerumunan sembari menanti sebuah upacara sakral yang sudah berlangsung selama ratusan tahun sejak masa Mangkunegaran IV.
Di sisi lainnya, puluhan pria dengan seragam batik dan berpeci sibuk membenahi pikulan sesajian yang semakin berat. Di atas pikulan itu, terdapat sesajian yang digunakan sebagai uborampe dalam pelaksanaan upacara pasang sesaji jelang proses giling tebu yang biasa dilaksanakan pada bulan Mei bertepatan dengan musim panen tebu.
Uniknya selain menyajikan sesaji yang biasa digunakan dalam adat jawa mulai dari telur ayam, kembar mayang, tumpeng, pincok bakal, jajanan pasar dan hasil bumi, ada sebuah sesaji khusus yang tak boleh terlupakan yaitu penyajian kepala kerbau dalam prosesi tersebut.
Sebelum sesajian itu diletakkan di dalam mesin penggilingan, belasan sesaji yang ditempatkan dalam wadah khusus tersebut disambut oleh sejumlah penari. Setelah itu, Mbah Mail, selaku Ketua Makam Istana Mengadeg, Girilayu membawa salah satu sesaji dan didoakan di sebuah Monumen Loko di depan pintu masuk pabrik sebagai tanda dimulainya upacara selamatan.
Kemudian arak-arakan sesaji yang telah menunggu di depan halaman tersebut dibawa masuk ke dalam pabrik penggilingan. Menurut Ahmad Ismail (80), pria sepuh yang akrab dipanggil Mbah Mail tadi mengatakan prosesi upacara selamatan giling tebu tersebut diadakan agar perjalanan penggilingan tebu dapat berjalan lancar tanpa aral melintang.
“Inti upacara ini adalah meminta permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar proses penggilingan tebu dapat berjalan lancar,” ucapnya  usai prosesi.
Namun yang membedakan dengan tahun – tahun sebelumnya, kepala kerbau yang disajikan dalam prosesi tersebut menyusut drastis, yang sebelumnya selalu menyediakan tujuh kepala kerbau dan ditanam untuk jamuan sesaji, tahun ini hanya menyajikan sebuah kepala kerbau saja.
Sementara itu, Masinis Penggilingan Tebu PG Tasikmadu, Didik Indriyadi memang mengakui jika pabrik hanya menyediakan sebuah kepala kerbau untuk prosesi selamatan giling tebu. Hal itu untuk efisiensi dan penghematan dari pabrik. “Setelah semua prosesi selesai, nanti akan dilaksanakan penggilingan tebu perdana pada tanggal 22 Mei,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Administratur PG Tasikmadu, Bambang Sucahyo menambahkan pelaksanaan prosesi selamatan giling tebu ini sebagai komitmen pabrik untuk nguri-nguri budaya pabrik yang sudah dilakoni ratusan tahun. Dan puncak acara Selamatan Giling Tebu itu akan berlangsung pada hari Jumat (4/5) dengan pelaksanaan upacara temu manten tebu pria dengan tebu perempuan.