Jembatan Mbeyan Nyaris Putus

Seringnya tergerus arus dan umur jembatan yang sudah mulai uzur, membuat Jembatan Mbeyan yang menghubungkan Desa Sringin Kecamatan Jumantono dan Desa Dawung Kecamatan Matesih nyaris putus.
Warga Dusun Ngemping Desa Sringin, Sapto (52) mengatakan kondisi jembatan Mbeyan semakin hari semakin kritis. Sebagai jembatan penghubung sejumlah dusun dan desa di dua kecamatan keberadaan jembatan tersebut tidak berfungsi secara maksimal. “Dilihat saja sendiri mas, separuh jembatan tersebut sudah ambrol,” ucapnya Minggu, (29/4).
Agar tetap bisa dilalui oleh warga setempat, sambungnya di sebagian badan jembatan yang tidak amblek dipasangi dan ditopang dengan jembatan bambu sebagai jembatan sementara sembari menunggu diperbaiki oleh Pemkab.
“Jika dibiarkan saja, kondisi ini tentu berbahaya bagi warga yang melintas, apalagi umur bambu juga tidak seberapa,” tandasnya.
Perlu diketahui, saat Joglosemar mencoba melihat jembatan tersebut terdapat lubang yang cukup besar di badan jembatan dengan diameter sekitar 3-4 meter.
Kondisi arus sungai cukup deras dan misalkan dibiarkan saja lambat-laun akan tergerus dan memperparah kondisi jembatan. “Kalau siang hari masih mending mas, coba kalau keadaan malam hari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sringin, Heru Langgeng Purnomo menuturkan Jembatan Mbeyan tersebut mulai mengalami kerusakan beberapa bulan terakhir. Karena fondasi yang sudah mulai tua dan terus digerus dengan derasnya arus membuat sebagian jembatan tersebut amblek.
“Waktu itu hujan cukup deras, dan air meluap hingga ke badan jembatan. Karena terus dihajar arus akhirnya jembatan itu bolong di bagian tengahnya karena tak kuasa menahan beban,” terangnya Minggu, (29/4).
Selain merepotkan warga, tentunya dengan rusaknya jembatan tersebut membuat aktivitas anak-anak sekolah terganggu. Dan sejak jembatan itu bolong otomatis tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat. “Jadi mau tidak mau harus memutar arah atau mencari alternatif jalan lainnya,” kata dia.
Pihaknya sebenarnya telah  melaporkan keberadaan jembatan Mbeyan tersebut, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya sama sekali.