Polisi Temukan Jejak Harimau

Keraguan Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jawa Tengah terkait adanya kawanan harimau di wilayah Jatiyoso terbantahkan. Pasalnya Aparat Kepolisian Polsek Jatiyoso beserta beberapa warga Dusun Gandri Desa Wonokeling Kecamatan Jatiyoso yang naik sampai ke bukit ternyata menemukan jejak tapak kaki hewan buas tersebut.
“Tidak hanya satu tapak, tetapi banyak. Berarti kawanan harimau itu memang benar pernah berpapasan dengan manusia. Tidak ada lagi yang meragukan semua sudah terjawab,” ucap Kasi Humas Polsek Jatiyoso, Aipda Didik Setiyadi mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo.
Bersama beberapa warga dan anggota Koramil setempat yang bersenjata lengkap, sambungnya mereka menelusuri sampai goa di atas bukti yang jaraknya sekitar tiga kilometer masuk ke ladang penduduk dari Dusun Gandri. “Tapaknya itu terlihat jelas, karena hujan. Sehingga bisa diartikan binatang buas itu berkeliaran di area tersebut,” paparnya. Pihak kepolisian juga telah mendokumentasikan tapak tersebut dan diserahkan kepada BKSDA sebagai bukti adanya jejak harimau. Apalagi beberapa warga juga mengaku telah melihatnya.
Namun demikian pihaknya tidak memastikan apakah binatang tersebut adalah harimau jawa atau binatang buas jenis yang lain. “Apakah itu harimau jawa, tutul atau macan kucing, itu yang kita belum tahu. Soalnya orang desa hanya menyebutnya macan,” katanya. Menurutnya, survei lokasi yang dilakukan oleh Tim BKSDA tidak sampai mengkroscek di gua paling atas. Padahal ada dua atau tiga gua di atas bukit yang ditumbuhi semak belukar dan hutan sehingga belum menemukan tapak jejak harimau tersebut.
Tim yang dipimpin oleh Budi Utomo, Kasi BKSDA Wilayah I Jawa Tengah hanya sampai ke lokasi di mana salah satu warga yakni Mbok Tiyok dikelilingi oleh beberapa harimau, jadi tidak tahu jika di atasnya ditemukan jejak itu.