MACAN LAWU: Terusik, Macan Gunung Lawu Serang Ternak

Tiga ekor macan tutul Jawa menyerang ternak milik warga Dusun Gandri, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Minggu (15/4/2012) sekitar pukul 10.00 WIB. Hewan buas itu keluar dari hutan karena seekor anaknya diambil oleh warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketiga ekor macan tutul Jawa itu berjalan keluar dari dalam hutan karena marah lantaran seekor anaknya diambil oleh seorang warga. Mereka menerkam seekor domba yang berada di lokasi kejadian.

Kanitreskrim Polsek Jatiyoso, Aiptu Reman mengatakan kali pertama kemunculan tiga ekor macan tutul Jawa itu diketahui Tiyok, 40, dan Sani, 45, warga Dusun gandri, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso. Kala itu, Tiyok sedang mencari rumput di pinggir sebuah lembah. Tiba-tiba, tiga ekor macan tutul Jawa muncul dari dalam hutan. “Macan itu tidak menyerang warga dan berlari ke arah gerombolan domba yang di pinggir lembah,” katanya.

Seekor macan langsung menerkam seekor domba hingga tewas seketika. Sementara Tiyok dan Sani langsung berlari ke permukiman penduduk. Setelah menerkam domba, ketiga macan itu kembali masuk ke dalam hutan. Menurutnya, diduga hewan buas itu marah dan keluar dari hutan karena seekor anaknya diambil oleh salah satu warga. Kemungkinan, induk macan marah karena anaknya diambil oleh warga dan keluar dari hutan. “Warga tidak ada yang diserang, hanya domba yang saat itu ada di lokasi dan diterkam,” jelasnya.

Munculnya tiga ekor macan di lembah itu baru pertama kali di Dusun Gandri. Dia mengakui hutan yang berada di perbatasan Jatiyoso dengan Ponorogo, Jawa Timur itu memang dihuni hewan buas termasuk macan tutul Jawa. Namun, selama ini, para hewan buas itu tak pernah keluar hutan dan mengusik warga.

Kemunculan hewan buas tersebut membuat warga Dusun Gandri ketakutan dan tidak berani keluar pada malam hari. Kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangkap macan tersebut.