Kalahkan Rasa Takut dengan Wall Climbing

Olahraga panjat tebing yang biasanya dianggap sebagai sebuah olahraga ekstrem atau berbahaya bagi kebanyakan orang, di benak anak-anak SD N 03 Karanganyar justru dibuat sebagai sebuah hiburan pengisi ujian mid semester.
Dengan lincah, bocah-bocah beragam umur tersebut satu per satu mencoba dinding panjat atau  wall milik Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Karanganyar di Kompleks Monumen Gerakan Sayang Ibu, Kamis (19/4) kemarin.
Papan yang berdiri tegak setinggi 13 meter tersebut, selain sebagai salah satu bukti kesuksesan atlet panjat di Karanganyar karena berada di urutan ke-3 dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dalam Porprov 2009, juga terbukti mampu menantang adrenalin para bocah SD.
Tangan Arif F Sanjaya (11) yang mungil dan polos sedikit demi sedikit mencoba meraih poin papan panjat dengan sekuat tenaga. Di belakangnya, sorak-sorai guru dan temannya menggema jelas di sekitaran kompleks taman memberikan dukungan kepadanya agar bisa sampai TOP.
Lambat laun, semakin naik ke atas tubuh Arif dan kakinya terlihat gemetar. Ia pun kemudian memutuskan untuk mengakhiri pemanjatan dan turun. Selain Arif beberapa siswa yang lain juga tak mau kalah. Kurang lebih sekitar satu setengah jam, 278 siswa kelas I hingga VI SD N 03 Karanganyar tersebut nekat melawan rasa takutnya dan bergiliran memanjat papan dengan arahan para guru dan beberapa pengurus FPTI.  Bahkan beberapa siswa justru semakin penasaran dan berjanji akan datang lagi di sore hari guna meneruskan rasa penasarannya tersebut. “Kalau belum bisa sampai atas, rasanya masih ingin terus mencoba sampai ke atas,” ucap Nathan (9) siswa yang hobi memanjat.
Sementara itu, Wahyu Putro guru SDN 03 Karanganyar menambahkan kegiatan tersebut sengaja dilakukan sebagai sebuah bentuk penyegaran para siswa setelah menjalankan ujian mid semester. Daripada tidak ada aktivitas di sekolahan, mereka semua digiring untuk belajar di luar ruangan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FPTI Karanganyar Langgeng Widodo mengatakan selama ini boleh diakui bibit atlet panjat tebing di Karanganyar masih terbatas. Dan dengan kegiatan yang digelar kemarin, ia berharap murid-murid SD dan juga masyarakat luas mulai mengenal dan menggemari olahraga ini.