Perbaikan Atap Pasar Tuban Dianggar Rp 400 J

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Karanganyar menyiapkan  dana Rp 400 juta untuk perbaikan atap pasar Tuban, Gondangrejo. Perbaikan perlu segera dilakukan karena banyak bagian atap yang telah bocor.
Sehingga setiap turun hujan air masuk dan mengganggu kenyamanan para pedagang. Selain atap, dana tersebut juga untuk perbaikan saluran air di los pedagang daging. ”Perbaikan atap pasar ini agar kalau hujan turun airnya tidak lagi masuk,” terang Kepala Disperindagkop dan UMKM Sundoro.  Untuk perbaikan ini, Disperindagkop sudah menyiapkan dana sebesar Rp 400 juta. Sundoro menjelaskan, masuknya air hujan itu karena antara atap atas dan atap bawah terdapat jarak. Sehingga air hujan bisa dengan mudah masuk ke dalam pasar.
Untuk  mengatasinya Disperindagkop akan membuatkan semacam penyekat antara atap atas dan bawah. Sehingga jika hujan turun air tidak lagi masuk pasar. ”Selama ini banyak pedagang yang mengeluhkan kondisi itu. Dan ini mengurangi kenyamanan para pedagang yang kebanyakan berada di los,” lanjut Sundoro.
Selain untuk pemberian sekat, dana itu  juga akan digunakan untuk perbaikan sirkulasi air di los daging. Karena  selama ini, sirkulasi air di los tersebut sangat buruk, bahkan sering mampat. Akibatnya bau yang tidak sedap pun sering mengganggu para pedagang dan juga pembeli.
Lelang
Sementara mengenai waktu pengerjaannya, Sundoro belum dapat memastikannya. ”Nanti kita ikuti sesuai aturan administrasi dan akan dilelang dulu melalui LPSE,” katanya. Meski begitu, Sundoro menargetkan perbaikan ini akan selesai sebelum hari raya Idul Fitri.
Sementara terkait wacana penyeragaman bangunan semipermanen di los pasar, Sundoro mengaku akan menundanya dulu. Alasannya, karena perekonomian para pedagang yang berbeda sehingga dikhawatirkan rencana itu justru akan memberatkan pedagang. ”Untuk sementara kita tunda dulu, karena sosial ekonomi pedagang yang berbeda. Tetapi kami tetap mengimbau kepada pedagang yang menempati los agar kalau membuat bangunan semi permanen dilakukan dengan rapi dan tidak serampangan,” tutup Sundoro.