Pemkab Data Warga yang Ingin Bedol Desa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus menindaklanjuti rencana Transmigrasi serempak atau bedol desa yang ingin dilakukan oleh 168 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Ngledok, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan.

Selasa (6/3) kemarin, pemerintah kecamatan mengumpulkan sejumlah perwakilan warga, Muspika serta instansi terkait untuk melakukan pendataan. Pihak Kecamatan berharap Pemerintah Desa memastikan keinginan warga yang ingin ikut program Bedol Desa.

“Kami belum memiliki data konkret jumlah warga yang bersedia ikut transmigrasi. Jadi hari ini kami berkumpul untuk membahas permasalahan itu,” terang Camat Karangpandan Sugeng Raharto, usai Rapat Koordinasi (Rakor), Selasa (6/3).  Dengan terkumpulnya dari Pemdes, nantinya mereka dapat melihat berapa jumlah konkret keluarga yang ingin melakukan Bedol Desa.

Ia mengatakan untuk memastikan keinginan warga yang ingin melakukan Bedol Desa, nantinya Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) akan mengadakan penyuluhan kepada warga. Langkah ini adalah untuk memastikan kesiapan warga dalam menghadapi kehidupan baru di lokasi baru nantinya.  Sehingga, lanjut Sugeng, jangan sampai setelah berada di lokasi transmigrasi terjadi hal-hal yang tidak  diinginkan warga.

Meski belum mengetahui secara pasti berapa banyak warga yang berminat untuk Bedol Desa, tetapi Kepala Desa Gerdu, Suwarno mengklaim jumlah warga yang menyetujui Bedol Desa mencapai lebih dari 50 persen.

Sementara Kabid Pelatihan dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Karanganyar, Ida Wijayati mengatakan untuk Bedol Desa, Pemkab perlu mengajukan ke Pemerintah Provinsi, yang akan di diteruskan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

“Ini kan masuk kategori transmigrasi umum yang diikuti oleh seluruh warga (Bedol Desa) jadi nanti harus ada pengajuan ke provinsi dan ke Kemenakertrans,” katanya.