Warga Ngledok Minta Bedol Desa

168 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Ngledok, Desa Gerdu, Karangpandan mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk bedol Desa. Usulan Bedol Desa ini diungkapkan agar kehidupan mereka masih menyatu dengan warga lainnya, meski harus berpindah tempat tinggal.
Menanggapi usulan ini Pemkab Karanganyar akan mengusahakannya, demi menghindarkan warga dari ancaman longsor. Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi mengatakan bahwa warga Ngledok menyetujui untuk diberangkatkan transmigrasi. Tetapi, warga meminta agar transmigrasi itu tidak akan memisahkan kehidupan warga Ngledok ke depannya.
“Warga meminta agar mereka tetap ditempatkan dalam satu lokasi, yang dengan kata lain warga minta agar transmigrasi itu dilakukan secara serempak atau Bedol Desa,”
Selain transmigrasi, Pemkab Karanganyar juga memberikan dua opsi relokasi lainnya. Dua opsi lainnya yakni transmigrasi secara mandiri dan tukar guling. Untuk transmigrasi mandiri warga Ngledok di berikan tanah dan dibangunkan rumah oleh pemerintah di tempat yang aman. “Sementara tanah milik warga, tetap menjadi haknya,” kata Samsi.
Sedangkan relokasi tukar guling yakni dengan mengganti tanah warga. “Tanah warga diganti oleh pemerintah di lokasi yang aman, sementara tanahnya yang ada di Ngledok menjadi milik pemerintah untuk penghijauan,” tuturnya.
Dari tiga opsi yang disosialisasikan oleh Pemkab itu, ternyata warga memilih transmigrasi. Tetapi dengan catatan secara serempak yakni Bedol desa. Pilihan untuk merelokasi 168 KK ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh tim dari Pemkab dan dikomandani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dari hasil penelitian itu, merekomendasikan agar seluruh warga yang ada di area rawan longsor segera dipindahkan di tempat yang lebih aman.
Dengan pilihan itu, Pemkab Karanganyar sudah memerintahkan kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk mengurusnya. Bahkan pihaknya juga berencana melakukan pengecekan ke lokasi transmigrasi untuk mengecek kondisi tanah yang akan di tuju. “Kami tidak ingin nanti tanah yang akan ditempati tanah gambut yang tidak bisa dikelola,” tutup Samsi.