200 Keluarga Minta Relokasi

Terancam longsor, sekitar 200 keluarga di Dusun Ngledok Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan berencana mengajukan permintaan relokasi secepatnya kepada Pemerintah setempat. Pasalnya warga di Dusun Ngledok sebanyak enam RT tersebut khawatir keluarganya menjadi korban longsor karena intensitas hujan yang masih tinggi.
Kepala Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan, Suwarno  mengatakan dari pembicaraan dengan warga sekitar, mereka sepakat minta direlokasi. Pasalnya kebanyakan dari mereka takut dan waswas setiap hujan turun. “Kalau tidak salah ada sekitar 200 keluarga di enam RT tersebut yang berencana relokasi,” ujar dia.
Permintaan tersebut juga sudah diwujudkan dengan surat tertulis dan akan segera ditembuskan kepada Camat Karangpandan dan Bupati Karanganyar. Namun detail berkenaan dengan relokasi belum dibahas warga karena masih fokus pembersihan desa.
“Karena banyaknya longsoran, hingga saat ini warga masih terus berupaya melancarkan akses jalan desa yang masih tertutup longsor,” terang dia.
Suwarno menambahkan kemungkinan warga yang meminta relokasi akan bertambah. Mengingat ada beberapa daerah di Desa Gerdu yang rawan longsor.
“Sementara yang mengatakan ingin relokasi memang baru Dusun Ngledok, nanti setelah selesai kerja bakti desa, akan coba kita data lagi secepatnya,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo juga menyarankan hal serupa. Jika memang tinggal di daerah longsor dan takut terjadi musibah, ia menyarankan lebih baik warga di relokasi. Namun keputusan relokasi itu sepenuhnya berada di tangan eksekutif. “Prosesnya eksekutif mengajukan kepada legislatif barulah dibahas dan ditentukan besaran anggaran yang dibutuhkan,” ucap dia.
Ia juga menegaskan jika memang ada permintaan dari warga agar direlokasi, maka Pemkab secepatnya mengajukan hal itu agar nantinya bisa dibahas di dewan dan disusulkan dalam anggaran Perubahan APBD 2012, sehingga warga tidak lagi menunggu.“Setahu saya yang sudah direlokasi dulu ada di Desa Karang duwur Kecamatan Jenawi, tapi sudah lama tahun 2007 silam kalau di Mogol mereka tidak mau,” paparnya.