4 Kecamatan Diterjang Puting Beliung

Belum usai penanganan bencana longsor yang merenggut dua nyawa warganya, kini dua Kecamatan di Karanganyar yakni Kecamatan Matesih dan Kecamatan Tawangmangu kembali terjadi bencana angin puting beliung, Minggu (26/2). Sehari sebelumnya angin puting beliung juga menerjang dua Kecamatan di wilayah Sragen yakni Gondang dan Tanon Sabtu (25/2) petang. Sedikitnya 14 rumah rusak berat dan ambruk, lima trafo milik PLN hancur, serta puluhan pohon tumbang akibat terjangan angin berkecepatan tinggi tersebut.

Akibat dari kencangnya sapuan angin tersebut mengakibatkan sedikitnya sekitar 15 rumah rusak di Dusun Pelas Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu dan sejumlah pohon tumbang di ruas jalan Matesih – Tawangmangu sehingga sempat memacetkan jalan sekitar 1,5 jam. Selain menyapu atap dan bangunan sekitar 15 rumah, angin juga menghancurkan lima buah kandang ayam warga sehingga menyebabkan sekitar 15.000 ekor ayam milik warga mati tak terselamatkan. Sementara ini kerugian ditaksir mencapai angka Rp 100 juta karena ayam tersebut dua pekan lagi akan dipanen.

Camat Tawangmangu, Yopi Eka Jati Wibowo mengatakan angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras. Angin yang bertiup kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon besar di pinggir jalan tumbang dan puluhan atap rumah warga habis dibawa angin. “Untungnya tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, hanya saja ribuan ayam yang siap dipanen mati tertimpa kandang yang roboh,” ujarnya Minggu (26/2).

Di wilayah Kecamatan Gondang, kerusakan terparah melanda Desa Grasak. Berdasarkan data di Kecamatan, musibah tersebut mengakibatkan 13 rumah warga rusak berat tertimpa pohon tumbang. Bahkan, rumah Budi Anggono (35) warga Grasak tidak dapat lagi ditempati karena sebagian sudah hancur diterjang angin.
Selain itu, terjangan angin juga merusak perkebunan jati milik enam warga yang berhimpitan. Belasan pohon jati usia muda yang berada di areal Dusun Grasak tumbang dan rusak total. “Kejadiannya sekitar jam 17.00 WIB pada saat hujan deras. Tiba-tiba dari arah utara datang angin kencang, lurus dan menerjang semua yang ada. Rumah saya juga tertimpa pohon sampai rusak begini,” papar Purwanto (67) warga Gasak.

Camat Gondang Budi Setyawan mengatakan berdasarkan pendataannya, ada 19 KK yang menjadi korban dengan kerugian material mencapai Rp 30 juta. “Harapan kami, karena mayoritas korban yang rumahnya rusak itu adalah warga miskin, sehingga secepatnya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten,” paparnya ditemui di sela-sela pendataan kerusakan di Grasak Minggu (26/2) pagi.