Jembatan Ngledok Ambrol, Akses 2 Dusun Terputus

Akibat tak kuat menahan derasnya arus sungai di bawahnya, jembatan penghubung Dusun Nggeger dan Dusun Ngledok, Desa Ngargoyoso Kecamatan Ngargoyoso ambrol, Jumat (24/2) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.Ambrolnya jembatan tersebut selain memutus akses jalan dua dusun juga mengakibatkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di Dua Kecamatan yakni Kecamatan Ngargoyo dan Kerjo ikut terganggu.
Salah satu warga Ngledok, Mulyadi (34) mengatakan jembatan tersebut mulai ambrol pukul 01.30 WIB, Jumat (24/2) dini hari karena salah satu fondasinya runtuh. “Saya waktu itu keluar rumah untuk melihat situasi, dan ternyata di jembatan ternyata sudah putus,” ujarnya. Ia mengaku jembatan ini menjadi jalan utama khususnya bagi pelajar di SMP N 3 Ngargoyoso. Meskipun sekolahnya berada di Dusun Nggeger Desa dan Kecamatan Ngargoyoso namun kebanyakan siswanya justru berasal dari Kecamatan Kerjo. “Kalau putus begini siswa yang dari Kerjo otomatis juga repot, ini akses utama ke sekolahan,” jelasnya. Mulyadi menambahkan jika harus memutar, satu-satunya jalan alternatif hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki sekitar lima Kilometer, kalau dengan kendaraan tentu repot lagi karena harus memutar lebih jauh lagi.
Warga lainnya, Sutarno (35) mengungkapkan untuk memperlancar arus transportasi dan memudahkan para pelajar, warga sudah sepakat dan berniat mencarikan solusi dengan membangun jembatan darurat sembari menunggu dibangun oleh Pemerintah. Kendati tidak sekokoh jembatan permanen, namun sementara yang terpenting bisa dilalui.“Kita harapkan dengan adanya pemberitaan ini, jembatan bisa dibangun karena ini akses utama kedua dusun,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto justru baru mengetahui kabar tersebut. Namun dirinya berjanji akan mengecek  kebenaran informasi tersebut. Saat dikonfirmasi terkait upaya Pemkab untuk perbaikan jembatan ini, Priharyanto mengatakan bahwa setiap upaya pembangunan dengan menggunakan dana APBD harus melalui proses lelang terlebih dahulu. “Kalau langsung dibangun, nanti kita malah kena KPK. Prosedurnya seperti itu diusulkan lewat APBD, lelang baru dibangun, memang lama tetapi ya begitulah prosedurnya,” jelasnya.