Dana RTLH Dialihkan untuk Korban Longsor

Guna menangani sekitar 217 rumah rusak yang terkena longsoran tanah di lima kecamatan, Pemkab Karanganyar berencana akan mengalihkan dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2012 kepada korban bencana tanah longsor. “Karena ini sifatnya bencana dan darurat, jadi dana kita utamakan dulu untuk korban bencana. Jadi rencananya dana RTLH tahun 2012 ini akan kita berikan kepada mereka, agar mereka tenang,” ujar Rina Iriani, Bupati Karanganyar saat ditemui usai Kegiatan Jumat Keliling (Jumlin-red) di Masjid Klodran Colomadu, Jumat (24/2).

Ia mengatakan banyaknya dana yang akan diberikan kepada masing-masing korban bencana tanah longsor ini akan nominalnya akan berbeda-beda. Dan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah milik masing-masing korban. Selain mengambil bantuan RTLH, Pemkab juga akan mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta dari Gubernur Jawa Tengah. “Mana yang turun duluan, akan kita gunakan langsung guna membenahi rumah warga,” janji dia.
Pendataan
Rina mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengintensifkan pendataan korban dan kerusakan di lima kecamatan yang terkena longsor. Dengan pendataan yang terperinci, ia berharap penyaluran bantuan tidak salah sasaran. “Intinya bantuan akan kita prioritaskan untuk rumah yang hancur total, kemudian rusak berat dan seterusnya,” tandasnya.
Selain itu pihaknya juga meminta kepada Camat untuk melakukan kroscek data lapangan korban bencana longsor dan banjir kemarin secara menyeluruh dan terperinci.
Rina menambahkan kisaran besaran bantuan untuk korban yang rumahnya terkena tanah longsor kurang lebih sama dengan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yakni sekitar Rp 10 juta per orang. Namun dana tersebut kemungkinan masih bisa berkurang atau bertambah tergantung dari kerusakan yang diderita.
Sebelumnya selain memakan dua orang korban, longsor di Karanganyar Rabu (22/2) kemarin totalnya mengakibatkan setidaknya 217 rumah warga rusak,  mulai dari rusak ringan, sedang dan berat.
Mengenai dana tanggap darurat dan bantuan untuk korban meninggal, dijelaskan Rina sudah diberikan langsung Rabu (23/2) sebesar Rp 2 juta.