217 Rumah Rusak Terkena Longsor

Jumlah total rumah yang rusak terkena bencana longsor pada Rabu dinihari mencapai 217 unit. Mulai yang rusak ringan, sedang hingga rusak berat karena hancur total seperti yang dialami Reksowasimin, Karyojimin di dusun Banjar, Desa Gerdu, Karangpandan.

”Pendataan dan hasil laporan yang kami terima dari daerah, yang rusak memang sangat banyak. Paling banyak di Ngargoyoso yang mencapai 112 unit rumah. Di antaranya ada 10 rumah yang rusak berat karena lebih dari 75 % bangunannya roboh,” kata Aji Pratama Heru Kristianto, Kepala   Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Kepada Suara Merdeka, dia mengatakan selain Ngargoyoso, yang juga cukup banyak adalah Matesih 69 rumah. Meski demikian kerusakannya relatif ringan. Kemudian Jenawi yang rusak 23 unit dengan tingkat kerusakan berat 2 unit. Karangpandan 13 rumah rusak, 3 unit rumah hancur total. Selain kerusakan rumah yang tertimpa longsoran, yang juga mengalami kerusakan adalah infrastruktur seperti dam, jalan, saluran irigasi, talud, serta sarana umum seperti masjid dan kantor inventaris pemerintah. Ada 22 jenis yang rusak meski tidak terlalu berat.

”Yang paling berat adalah jalan yang tertutup longsor. Sampai sore ini, yang belum tertangani tinggal longsoran yang menutup jalan penghubung Matesih-Karangpandan, persis di pertigaan rumah Reksowasimin yang meninggal. Di situ longsoran menutup jalan sepanjang 50 meter. Selain itu di longsoran bekas rumah Mbah Rekso juga belum dibersihkan,” katanya.

Untuk mendatangkan alat berat agar mempercepat proses pembersihan, petugas BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Karanganyar kesulitan karena medan jalan yang sangat curam. Satu-satunya akses dari arah Girilayu, Matesih.

”Tetapi jalannya menanjak tinggi dan menurun sangat curam, sehingga truk tidak bisa masuk membawa bulldozer. Jadi harus menunggu dari arah Gerdu, dan sementara membersihkan dulu jalur tersebut karena beberapa titik ada longsoran kecil, sebelum sampai di lokasi longsoran besar itu,” kata Heru.

Sementara itu untuk mengantisipasi bencana yang mungkin masih bisa terjadi selama musim hujan ini, pihaknya mewaspadai delapan kecamatan yang sangat rawan longsor. Selain empat wilayah yakni Jenawi, Karangpandan, Ngargoyoso, Matesih, ditambah Tawangmangu, Jatiyoso, Jatipuro, dan Kerjo.

Area Waspada

”Di lokasi itu kami sudah memiliki denah wilayah merah, yakni wilayah yang masuk area waspada. Sudah banyak tanda-tanda longsor, sehingga harus diwaspadai. Kami terus menyiagakan sekitar 100 personel gabungan, termasuk bantuan dari kabupaten lain yang juga sudah siap jika terjadi sesuatu,” jelasnya.

Dia mengingatkan tiga tanda akan terjadi longsor pada masyarakat dan harus diwaspadai.

Pertama pepohonan di atas bukit sudah mulai miring dan tidak berdiri gagah lagi. Kedua bebatuan sudah sering berjatuhan dari atas. Ketiga saluran air dari atas bukit justru berkurang debitnya