Hujan Deras Tumbangkan Pohon, 1.500 Burung Puyuh Mati

Hujan deras disertai puting beliung kembali terjadi di Karanganyar, Sabtu (18/2) lalu. Kali ini angin puting beliung tersebut menyapu 1.500 ternak burung puyuh di sebuah peternakan warga di Dusun Gondangmas, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan.

Ribuan ternak unggas tersebut tak terselamatkan setelah kandangnya tersapu angin puting beliung. Pemilik ternak, Rohmad pun mengaku hanya bisa pasrah dan melihat kandang unggasnya tersebut rusak parah. Rohmad mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di saat hujan deras mengguyur daerahnya. Akibat insiden tersebut, Rohmad mengaku rugi mencapai Rp 40 juta, sebab ternak burung puyuh yang baru saja dirintisnya tersebut masih dalam tahap usia pembibitan dan belum menghasilkan telur. “Kurang lebih total kerugian mencapai sekitar Rp 40 juta, belum lagi kandang saya yang tertimpa pohon besar,” papar dia.

Sementara itu, angin puting beliung juga merobohkan beberapa pohon di Dusun Sewurejo, Pojok, Mojogedang, Sabtu (18/2). Di Dusun Gondangmas, Karangpandan hujan deras juga membuat sedikitnya ada 10 rumah rusak, satu di antaranya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristianto mengatakan pohon yang tumbang tersebut berdiameter lumayan besar, sehingga menyusahkan proses pembersihan pohon. “Sebenarnya hujannya hanya turun selama sekitar satu jam, tetapi karena anginnya berhembus dengan cukup kencang sehingga banyak pohon tumbang,” ujarnya kemarin (19/2).

Ia mengatakan untuk membersihkan pohon-pohon tersebut ia mengerahkan 15 personelnya dan dibantu warga sekitar. Dengan kondisi yang masih sering hujan dan angin ini, Aji kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada.

Pasalnya kondisi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau identik ditandai dengan hujan ekstrem yang bisa merusak. “Makanya kita terus menyosialisasikan kepada warga Karanganyar agar selalu waspada,” imbuh dia.