Pembangunan Pabrik Sampah Jumantono Molor

Pabrik pengolahan sampah modern yang rencananya akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono tahun ini dipastikan molor. Pasalnya pembangunan pabrik pengolahan sampah yang disponsori oleh Perusahaan dari Korea tersebut masih menunggu proses lelang, meski sudah ada investor yang siap melakukan investasi.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Maulan mengatakan kendati sudah ada pihak investor yang akan membiayai, pembangunan tempat pengolahan sampah tersebut tidak bisa langsung dilaksanakan. Ia mengatakan proses pembangunan tempat pengelolaan sampah tersebut harus didahului dengan adanya proses lelang sesuai Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. “Aturannya seperti itu, meskipun sudah ada yang berniat membiayai 100 persen tetap harus melalui proses lelang terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (16/2).
Maulan mengatakan saat ini pihaknya baru membentuk tim untuk menggelar lelang. Dan proses lelang tersebut baru bisa dilaksanakan jika sudah ada lima dibentuk harus menunggu kesiapan minimal lima calon investor yang bersedia ikut lelang. “Persyaratannya minimal lima, kurang dari itu akan diulangi sebanyak tiga kali. Jika masih gagal terus baru dilakukan penunjukan,” terangnya.
Dia menambahkan selain menunggu lima investor yang akan mengikuti lelang, tim lelang juga sudah mengumpulkan berkas dan persyaratan guna proses lelang. “Saat ini baru kita susun untuk persiapan dokumennya terlebih dahulu. Anga-angka nominalnya belum kita hitung,” tandasnya.
Sebelumnya, Managing Director PT Energi Korea (EKO) Green Indonesia, Jason Lee mengungkapkan, pihaknya tinggal mengurus izin investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal  (BKPM) agar bisa segera memulai pembangunan. Pengurusan izin di BKPM tersebut diharapkan bisa selesai dalam waktu dua bulan. “Kita berharap pabrik tersebut segera dibangun dan bisa membuktikan kepada masyarakat jika sampah itu bisa menjadi uang,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, Pemkab sebenarnya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor asal Korea Selatan, yakni Korea Energy dengan modal investasi sebesar Rp 90 miliar guna membangun pabrik pengolahan sampah modern di TPA Sukosari, Jumantono beberapa waktu lalu.
Namun saat ini proses pembangunan pabrik pengolahan sampah yang bisa menyerap sekitar 100 tenaga kerja tersebut molor. Selain terkendala masalah perizinan juga terhambat proses birokrasi dan proses lelang.