JEMBATAN AMBROL, Warga Tasikmadu Harus Memutar

Lubang cukup lebar mengangga di jembatan Ngamban penghubung antar kecamatan Jaten dan Tasikmadu, tepatnya di Dusun Buran, Tasikmadu.

Jembatan sepanjang 14 meter ini nyaris putus karena pondasi jembatan rapuh tak kuat menahan gerusan air sungai yang banjir, Minggu (12/2). Akibatnya akses warga terputus dan harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh.

Informasi dihimpun menyebutkan jembatan yang berada di perbatasan antara Buran, Tasikmadu dan Jumog, Jaten, Karanganyar ini ambrol setelah tergerus banjir pada Minggu malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Karanganyar hingga beberapa jam menyebabkan arus sungai naik.

Puncaknya pada Senin pagi pondasi tengah jembatan hancur dan membuat badan jalan amblas membentuk lubang menganga hingga sekitar satu meter. Sementara di bawah jembatan, pondasi telah hancur tergerus banjir.

Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini, baik kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa lagi melintas diatas jembatan tersebut. Namun sebagian warga masih tetap nekat melintas meski dihantui perasaan waswas.

Warga setempat terpaksa menutup dan berjaga di ujung jalan menuju jembatan. Mereka memperingatkan para pengguna jalan agar memutar balik karena jembatan putus. Warga Buran, Sugiyanto mengatakan sejak dibangun tahun 1968 silam, pondasi jembatan tidak pernah direnovasi.

Namun talut di sekitar jembatan sempat diperbaiki. Menurutnya, jembatan ini sangat vital karena menjadi akses tercepat menuju kota. ”Dengan jembatan putus, kami terpaksa mutar jauh. Akses perekonomian juga menjadi terhambat,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru K meminta warga tidak nekat melintas di jembatan tersebut. Saat ini, Heru menambahkan kondisi jembatan tidak bisa dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat. ”Meski jalan kaki warga jangan nekat melintas. Karena kondisi jembatan sudah sangat rawan jika dilalui,” tegas Heru.

Heru mengatakan telah melaporkan jembatan ambrol ke BPBD Provinsi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Heru mengatakan tim teknis terdiri atas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta BPBD telah melakukan penghitungan teknis kondisi jembatan. Dengan demikian perbaikan jembatan akan diusulkan dalam anggaran bencana.

Heru mengatakan hujan deras yang mengguyur Karanganyar tidak hanya membuat beberapa sungai meluap. Namun juga merusak infrastruktur Jalan Raya Solo-Karanganyar, tepatnya di perempatan Papahan. Kondisi jalan sepanjang hampir 10 meter merekah sedalam 10 sentimeter. ”Kondisi jalan langsung ditangani dan diperbaiki oleh DPU”.