BPBD Gelar Latihan Gabungan

Sekitar 50 relawan bencana dari berbagai daerah di Surakarta mengikuti pelatihan yang dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar di Hutan Bromo Mojogedang, Karanganyar,  Sabtu (11/2).
Kepala BPBD Karanganyar, Aji Prata Heru Kristianto mengatakan kebanyakan para relawan terutama di Karanganyar belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait penanggulangan dan mengatasi tanggap bencana. Kebiasaan selama ini, relawan berangkat menjadi relawan hanya bermodal semangat saja. “Maksudnya menolong, tetapi justru dengan minimnya pengetahuan dan skill di lapangan justru membahayakan jiwa mereka sendiri dan juga orang lain. Karena itulah diadakan pelatihan ini,” ujarnya di sela-sela latihan Latihan Gabungan.
Pelatihan yang menggandeng instruktur dari Pusat Pendidikan Topografi (Pusdiktop) TNI Angkatan Darat Kota Surakarta ini diadakan Jumat (10/2) hingga Sabtu (11/2).
Dalam pelatihan ini mereka fokus berlatih penanggulangan terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor serta menentukan titik kooordinat korban, evakuasi korban secara benar, pendistribusian logistik hingga tanggap darurat bencana. “Total ada 50 peserta dari berbagai elemen mulai dari SAR Karanganyar, AGL, Tagana bahkan BPBD Sukoharjo pun turut andil,” paparnya.
Tujuan utama pelatihan ditambahkan Heru yakni untuk menyamakan visi dan misi pelaksanaan tanggap bencana. Pasalnya selama ini setiap relawan bergerak sendiri-sendiri tanpa ada koordinir langsung dan berkesinambungan. Sehingga berbahaya bagi jiwa relawan sendiri.
Kepala Instruktur Pusdiktop Surakarta, Mayor Hasto Sudibyo Lukito mengatakan yang terpenting dalam pelatihan ini adalah latihan navigasi darat dengan penentuan titik koordinat korban dan memasukkannya pada GPS Global Postioning System. Dengan data-data tersebut mereka dapat membuat rencana penanggulangan bencana.