Dewan Berharap Pemkab Prioritaskan Perpustakaan Sekolah

Masih banyaknya sekolah di Karanganyar yang tidak mempunyai Ruang Perpustakaan mendapatkan tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) setempat. Dewan juga menyayangkan sikap Pemkab yang tidak memprioritaskan pengadaan untuk Perpustakaan sekolah ini.
“ Kalau kurang atau tidak ada dana sebenarnya bisa dicoba dengan mengajukan perubahan alokasi di APBD Perubahan 2012,” ujar Karwadi, anggota Komisi IV DPRD Karanganyar, Rabu (9/2) kemarin. Ia mengakui minimnya jumlah perpustakaan di Karanganyar dikarenakan minimnya kekuatan anggaran daerah. Namun meski minim, seharusnya Pemkab bisa mencarikan dana untuk kepentingan tersebut.
“Tahun ini masih banyak Dana Alokasi Khusus (DAK) dua periode (2011-2012) yang masih belum cair. Dana tersebut dapat disisihkan untuk membangun perpustakaan,” tegasnya.  Minimnya perpustakaan di Sekolah ini, menurutnya bukan sepenuhnya kesalahan Pemkab, pasalnya sejauh ini, Pemerintah pusat juga tidak memberikan dukungan penuh.
Ia mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Pusat belum mendistribusikan buku bacaan, dan hanya menumpuk di tingkat pusat. “Harusnya konsepnya itu jelas, mosok mengirimkan buku harus dengan pengajuan dan biaya dari daerah. Ini kan lucu,” terang dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karanganyar, Romdloni mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan minimnya perpustakaan di sekolah-sekolah di Karanganyar disebabkan salahnya prioritas penggunaan dana APBD oleh Pemkab. “Hampir 52 persen dana pendidikan hanya untuk membayar gaji pegawai saja, bukan untuk pengadaan fasilitas pendidikan,” urai dia.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto mengatakan dari sekitar 500 Sekolah Dasar (SD) di Bumi Intanpari, 64 persen di antaranya atau sekitar 320 Sekolah Dasar belum memiliki gedung perpustakaan.