Pencarian Benaya, Tim SAR Siagakan Lima Pos

Pencarian terhadap siswa SMP Kristen 1 Surakarta, Benaya Ado Narwastu (15) warga Jalan Krakatau No 13, RT 04 RW XXVII Dukuh Busukan, Mojosongo Jebres yang hilang terseret arus di Sungai Benowo, Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Jumat (3/2) terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Dengan berbekal tiga perahu mesin, Minggu (5/2) mereka terus melakukan pencarian korban dengan cara menyisir dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga radius satu kilometer. Namun hingga pukul 15.00 WIB kemarin mereka belum juga menemukan korban.

Ketua SMC (SAR Mission Coordinator) Karanganyar, David Reka Lamuna yang memimpin  jalannya operasi mengatakan seharusnya operasi tahap pertama resmi diberhentikan pada Minggu (5/2) sore. Namun karena ada permintaan dari pihak keluarga untuk terus dilakukan pencarian, maka pencarian akan diperpanjang dengan pembentukan Tim baru. “Jadi yang operasi tahap pertama dihentikan dahulu, kemudian akan dilanjutkan dengan membentuk Tim baru dengan tugas yang sama yakni mencari korban,” ujarnya Minggu (5/2).

Guna mengintensifkan pencarian, Tim gabungan yang terdiri dari SAR Karanganyar, BPBD Karanganyar, UNS, MTA dan Anak Gunung Lawu (AGL) juga sudah membuat lima Posko. Kelima Posko tersebut di Benowo sendiri, Tempuran atau pertemuan antara Sungai Benowo dengan Sungai Bengawan Solo, Kedungringin, Ndingin dan Geluh. “Namun saat ini pencarian kita fokuskan di Tempuran, karena perkiraan dengan arus sungai yang deras kemarin, korban kemungkinan telah sampai di Bengawan Solo,” paparnya.

Sebelumnya, korban bersama dengan ke-13 rekannya dari SMP Kristen 1 Surakarta ini bermain sepakbola di Lapangan Benowo Desa Ngringo Jaten Karanganyar, setelah itu mereka kemudian mandi di Sungai Benowo atau tepatnya di belakang Pabrik Javatex. Saat sedang asyik mandi, tiba-tiba datang air bah sehingga menghempaskan semuanya. Apesnya korban tidak bisa tertolong dan terakhir terlihat di Jembatan Benowo.

Bahkan sang Ayah, Hartono (52) mengaku masih syok dengan kejadian ini. Karena selama ini sepulang sekolah Benaya selalu berdiam diri di Rumah. “Kemarin itu kok terlambat pulang dan tahu-tahu pihak kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB mengabarkan anak saya hilang di Benowo karena terseret arus”..