Ratusan SD Tidak Miliki Perpustakaan

Dari sekitar 500 Sekolah Dasar (SD) di Karanganyar, 64 persen di antaranya atau sekitar 320 Sekolah Dasar belum memiliki Gedung Perpustakaan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto saat membuka acara Seminar Regional Urgensi Tenaga Perpustakaan di Gedung PGRI, Tegalgede Karanganyar, Kamis (2/2).
Sedangkan untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru 87 persen yang sudah mempunyai gedung perpustakaan dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 93 persen. “Kalau SMK saya rasa data yang saya terima sudah hampir menyentuh angka 100 persen,” ucapnya  seusai seminar.
Suranto berharap minimnya jumlah perpustakaan di sekolah-sekolah ini dapat ditangani dengan adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun pos anggaran lainnya. Seperti DAK 2011 sebesar Rp 30 miliar dan DAK 2012 sebesar Rp 18 miliar diharapkan dapat tersalurkan dengan maksimal, salah satunya bisa digunakan membangun ruang perpustakaan.
“Tahun ini kita mendapatkan Dana Intensif Darah (DID) dari Pusat sebesar Rp 20 miliar. Konsentrasi DID yang sebagian besarnya nanti untuk menunjang pendidikan tentu juga akan diarahkan untuk kepentingan perpustakaan,” paparnya.
Menurutnya selain masih banyaknya SD yang belum memiliki perpustakaan, kendala yang dihadapi di lapangan yakni masih minimnya tenaga kepustakaan yang dimiliki. Selama ini pihak sekolahan menyiasati minimnya tenaga perpustakaan ini dengan merangkapkan jabatan seorang guru sembari menjadi tenaga perpustakaan.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X, DPR RI Rinto Subekti mengatakan salah satu kendala pembangunan perpustakaan di daerah yakni masalah lahan atau tempat guna membangun perpustakaan. “Saya sudah bertanya di beberapa daerah masalahnya sama yakni lahan yang tidak memadai,” katanya.